Kecewa Timnas Hanya Panggil Satu Pemain

Skuat Persipura Jayapura Tolikara. (ERIK / CEPOS)

Persipura Tolikara

JAYAPURA – Penampilan Persipura Jayapura Tolikara dikancah kompetisi Liga 1 Putri 2019 sangat menyita perhatian. Tim yang diperkuat oleh para pemain berbakat asal Tanah Papua itu sukses mencapai babak semifinal dengan fantastik.

Pada babak penyisihan grup B, para srikandi Bumi Cenderawasih itu sukses melewati empat seri dengan 14 kemenangan, sekali seri dan sekali kalah dengan mengumpulkan 43 poin, sehingga mengantarkan mereka menjadi pemuncak klasemen grup B, sekaligus meraih tiket babak semifinal.

Dibabak semifinal, Persipura Tolikara putri itu mengahadapi PS TIRA Persikabo Putri, di leg pertama, Persipura putri sukses meraih kemenangan 5-4 di kandang PS TIRA. 7 Desember, giliran Persipura Putri yang akan menjamu PS TIRA di Stadion Cenderawasih Biak. Di atas kertas, Persipura Putri lebih dijagokan untuk meraih tiket babak final.

Tentu penampilan apik para putri Cenderawasih itu tidak lepas dari peran sang pelatih kepala, Samuel Weya yang mampu meramu timnya menjadi timnya raksasa dari wilayah paling timur Indonesia.

Namun sang pelatih, Samuel Weya sedikit menyentil soal skema skuat Timnas Putri Indonesia yang kini mentas di Sea Games Filipina. Ia mempertanyakan minimnya kesempatan yang diberikan bagi para pemain Persipura Putri. Alhasil, Timnas Putri Indonesia pun harus menelan pil pahit dilaga perdananya, tim Garuda putri harus mengakui keunggulan 6-0 dari Vietnam dibabak penyisihan.

“Yang di panggil ke Timnas cuma kiper saja, dan pemain lain juga ada tapi hanya ikut seleksi saja sehabis itu langsung kembali ke tim. Kita tahu Timnas sudah seperti itu,” ungkap Samuel kepada Cenderawaish Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (2/12) siang kemarin.

Meski begitu, Samuel tetap menilai bahwa ada hikmah dibalik tidak terpanggilnya para pemiannya untuk sang Garuda. Hal tersebut membuat para pemain tetap fokus untuk membawa timnya meraih target membawa pulang trophy juara perdana ke Tanah Papua.

“Mereka tidak dipakai dan kini fokus bela tim saja. Dan kita hanya fokus untuk bisa lolos ke final dan mengincar gelar juara perdana Liga 1 Putri. Kami mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Papua untuk bisa mewujudkan target dari kami,” tandasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *