Kapolda: Situasi Aman dan Kondusif

Irjen Pol Paulus Waterpauw

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebut situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua dan jajaran aman dan kondusif. Hal ini berkat kerja sama semua stakeholder serta semua lapisan masyarakat yang ada di Tanah Papua.

Dikatakan, 1 Desember merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diwaspadai dan saat ini pimpinan TNI mapun Polri berada di Tanah Papua untuk memonitor langsung situasi dan memberikan suport kepada kita semua yang ada di tanah Papua untuk tetap menjaga stabilitas keamanan. Ini membuktikan perhatian pemerintah kepada Papua.

“Disisi lain para kelompok yang mengangkat masalah yang dapat mengganggu Kamtibmas di Papua, kami juga telah melakukan upaya-upaya komunikasi yang baik kepada mereka sehingga mereka dapat mengerti dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” ucap Kapolda, Minggu (1/1)

Menurutnya, semua upaya telah dilakukan oleh Polda Papua dan Polres jajaran dengan melakukan patroli dan razia serta menyambangi warga baik yang ada di Kota maupun Kampung-kampung. Ini dilakukan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk terus bersama-bersama dengan aparat TNIPolri menjaga stabilitas keamanan di masing-masing wilayah. Peran serta semua elemen sangat dibutuhkan dalam menjaga tanah Papua ini tetap aman dan kondusif.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Mapolda Papua itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan situasi dan kondisi pasca aksi anarkis beberapa waktu yang lalu yang cukup signifikan yakni tercatat sebanyak 5 kali.

Selain itu dibahas juga terkait 5 Polres yang akan dibangun, Polda Papua akan menyurat permohonan untuk barang-barang inventaris yang berkaitan dengan perlengkapan anggota nantinya. Rencana Pembangunan Mako Polda baru yang awalnya akan dibangun di Kampung Asai Kecil dan Koya Koso.

Hasil pendalaman mengenai tempat pendanaan dan lain- lain termasuk juga ada posisi yang cukup strategis yaitu adanya rencana pembangunan Istana Presiden di koya Koso sehingga hasil keputusan lebih banyak yang setuju apabila Polda di bangun di daerah Koya Koso. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *