Gelombang Tinggi Karena Siklon Tropis Kammuri

Air laut yang naik sampai lokasi pengunjung bersantai di Gazeebo di Pantai Hamadi Sabtu (30/11) lalu. BMKG meminta masyarakat mewaspadai gelombang tinggi yang diakibatkan Siklon Tropis Kammuri. (Wenny Firmansyah/Cenderawasih Pos)

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Samudera Pasifik Utara

JAYAPURA – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura, Petrus Demon Sili,S.IP,M.Si menjelaskan gelombang tinggi di perairan Jayapura sejak Jumat (29/11) disebabkan oleh siklon Tropis Kammuri.

“Berdasarkan hasil analisis peta angin lapisan atas dan informasi Siklon Tropis yang dirilis oleh Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) BMKG bahwa terdapat Siklon Tropis Kammuri di Samudera Pasifik Utara Papua Barat,”ujar  Petrus saat dikonfirmasi mealui seluler oleh Cenderawsih Pos, Sabtu (30/11) lalu.

Kata Petrus, Keberadaan siklon Tropis  Kamumri tersebut mempengaruhi tinggi gelombang di Wilayah Perairan Utara Papua hingga Papua Barat.  “Berdasarkan hasil pantauan TCWC BMKG, siklon tropis Kammuri bergerak ke arah Barat Laut menjauhi wilayah Papua,”jelasnya.

Adapun prakiraan tinggi gelombang dari 28 November– 4 Desember 2019 di beberapa Wilayah Perairan mulai 28–30 November dan Tanggal 1-4 Desember seperti Samudera Pasifik Utara Jayapura mencapai 1,25-2,50 meter dan 1- 2 meter. Samudera Pasifik Utara Biak mencapai 1,25-2,50 meter dan 1,25-300 meter. Perairan Jayapura-Sarmi mencapai 1,25-2,50 meter dan 1- 2,00 meter.

Prakiraan tinggi gelombang sepekan tanggal 28 November – 04 Desember 2019,  tinggi gelombang di perairan utara Papua diperkirakan pada kategori moderate  (1,25-2,50 meter) hingga signifikan (2,5-4,0 meter). Hal ini dikarenakan adanya  siklon tropis Kammuri di Samudera Pasifik bagian barat (Papua bagian utara),  diperkirakan sepekan ke depan bergerak menjauhi wilayah Papua bagian utara.

Atas hal tersebut BMKG menyarankan kepada masyarakat harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dimana perahu nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, untuk kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), untuk Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan untuk Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang  tinggi agar tetap selalu waspada,”tutupnya.

Sejak gelombang tinggi yang naik sampai ke jalan di Pantai Hamadi sedikit mengganggu aktivitas wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut.  Dari Pantauan koran ini Sabtu  lalu beberapa tempat masih tergenang air laut.

“ Majid, salah satu pengunjung mengakui dirinya tetap berlibur ke Pantai Hamadi meskipun ombak cukup tinggi. Ya, yang penting waspada saja, tidak usah ke daerah yang jauh toh ombak juga tinggi, yang penting anak-anak senang mandi-mandi di Pantai Hamadi,” ungkapnya. (kim/wen)

(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *