Dari Total Anggaran Rp 507 triliun, Rp 200 triliun digunakan untuk gaji guru

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, alokasi belanja pegawai sektor pendidikan cukup besar. Dia menyebut, dari total anggaran pendidikan Rp 507 triliun, sekitar Rp 200 triliun digunakan untuk gaji guru.

‘’Rp 507 triliun anggaran pendidikan kita, Rp 200 triliun untuk gaji guru itu disalurkan kepada daerah dari transfer DAU dalam bentuk gaji guru, tunjangan profesi guru, sertifikasi guru,’’ ujarnya saat menjadi narasumber Konferensi Pendidikan Indonesia di Kemendikbud, kemarin (30/11).

Anggaran pendidikan Rp 507 triliun itu setara dengan 20 persen dari total belanja negara dalam APBN tahun 2020. Anggaran tersebut lebih besar dari infrastruktur dan kesehatan.

Ani menjelaskan, anggaran sebesar Rp 200 triliun juga sudah termasuk bantuan operasional sekolah (BOS) yang disalurkan ke 34 provinsi. ‘’Itu artinya bantuan sekolah dan guru makan 80 persen dari anggaran pendidikan dan sisanya dikelola Mas Nadiem (Mendikbud),’’ katanya.

Namun, dia menyayangkan masih adanya kecurangan penyaluran anggaran pendidikan. Sebab, masih ada kepala daerah yang korupsi terhadap anggaran pendidikan yang di salurkan pemerintah.

Menurutnya, korupsi penyaluran dana pendidikan itu biasanya terjadi di daerah. Padahal, pemerintah sudah melakukan sistem penyaluran langsung. ‘’Kemudian sekolah diberikan bantuan operasional sekolah. Dari pusat pemerintah kasih ke APBD langsung ke sekolah by name by address. Tadinya saya pikir enggak ada korupsi, tapi tetep ada korupsi,’’ jelasnya.

Dengan kondisi itu, dia mengingatkan pengelolaan anggaran pendidikan dengan benar perlu dikerjakan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Tanpa itu, dana besar untuk mengedukasi siswa akan mengecil dan tak efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *