RAPBD 2020 Jayawijaya Diusulkan Rp 1,4 Triliun

Bupati Jayawijaya saat menyerahkan Rancangan APBD TA 2020 Kabupaten Jayawijaya kepada  Wakil Ketua 1 DPRD Jayawijaya Mathias Tabuni, Jumat (29/11). (Denny/ Cepos)

Pemda Akui Lebih Rendah dari Tahun Lalu

WAMENA-Pemda Jayawijaya mengajukan Rancangan APBD induk tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 1.403.310.310.370,63,   dimana anggaran pendapatan daerah ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai  Rp 1.506.034.774.140,63 atau turun sebesar 6,82 persen.

   “Untuk tahun 2020, mungkin kita sedikit ada penurunan, karena pendapatan daerah kita berkurang dimana dari Dana DAK berkurang, dana Otsus juga dipotong sehingga yang bisa ditetapkan untuk tahun 2020 itu hanya mencapai Rp.1,4 Triliun,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, Jumat (29/11) usai sidang Pembukaan RAPBD TA 2020.

   Dengan anggaran ini, kata Jhon Banua, untuk kegiatan yang dilakukan ditahun depan tetap pada komitmen semula atau sesuai dengan visi misi pemerintah untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan. Itu yang harus diutamakan, barulah Program perekonomian masyarakat, sehingga perlu disampaikan jika ada beberapa sumber dana yang mengalami penurunan di tahun 2020 nanti.

  “Dari Pos Dana Alokasi Khusus, baik fisik maupun non fisik yang turun sebesar 43.33 persen apabila dibandingkan dengan dana DAK tahun 2019, demikian juga dengan dana Otsus Papua mengalami penurunan pada APBD Perubahan  2019 sebesar 61 persen , dimana untuk tahun depan juga tak ada peningkatan,”katanya

   Jhon Banua juga menekankan upaya pemerintah meningkatkan pendapatan Asli Daerah (PAD)sebagai simbol kemandirian kemampuan keuangan daerah telah dan akan terus dilakukan perbaikan dan sistem mekanisme pengelolaan PAD secara baik efisien dan efektif  serta inovatif terutama bagaimana menggali potensi yang ada termasuk perbaikan regulasi.

  “Saya berharap di tahun -tahun yang akan datang ada peningkatan PAD yang mampu menopang rencana belanja yang terus meningkat seiring dengan semakin kompleksnya persoalan kemasyarakatan dan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya,”tegasnya

   Ia menambahkan dalam RAPBD 2020 ini, tergambar semua hak dan kewajiban  daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

  “Fungsi utama anggaran anggaran belanja pemerintah yaitu fungsi alokasi, distribusi  dan stabilisasi  yang dilakukan melalui pelaksanaan fungsi fiskal tersebut, perencanaan dan pengelolaan anggaran belanja daerah memiliki peranan yang strategis dalam peningkatan dan memperbaiki ekonomi daerah,”beber Bupati. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *