Dewan: Masalah Puskesmas Prototype Jangan Terulang! 

MERAUKE- Komisi A Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Merauke memberi  warning atau peringatan  kepada pemerintah    daerah   agar masalah  pembangunan puskesmas prototype  Jagebob  tidak terulang lagi dalam proses tender dan pekerjaan  pembangunan puskesmas prototype  Distrik Kurik, Ilwayab dan Okaba.

   “Kami dari   Komisi A mengingatkan terkait dengan  pembangunan  puskesmas prototype  di Distrik Kurik, Ilwayab dan Okaba   untuk  tidak terulang  kembali kasus yang sama seperti dengan pembangunan Puskesmas Prototype Jagebob,” kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke Bernardus Ndiken  saat membacakan  laporan pendapat Komisi A terhadap Raperda APBD 2010 dan 5 Raperda Non APBD  Kabupaten Merauke, Kamis (28/11).   

   Menurut  pendapat Komisi  A, bahwa jika  terjadi masalah seperti  pembangunan puskesmas prototype Jagebob, maka diperlukan lagi anggaran yang besar  untuk merampungkannya. Karena itu, pemerintah diminta memperhatikan  proses tender dan  pengerjaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

   Diketahui, bahwa pembangunan puskesmas protitype Jagebob  anggaran tahun 2018 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus  (DAK)  tersebut sampai   pertengahan Juni 2019  tidak kunjung selesai. Sehingga   oleh Dinas Kesehatan   Kabupaten Merauke memutuskan kontrak  kerja dengan  pihak kontraktor yang mengerjakannya.

   Selain  perusahaan  yang mengerjakan  puskesmas tersebut diblack list,   pihak  kontraktor juga diberikan sanksi  denda pengembalian  sejumlah uang ke kas  negara. Bahkan  pihak   kepolisian  sedang  melakukan penyelidikan  terhadap  pelaksanaan proyek  pembangunan puskesmas prototype tersebut.  Selain itu,  Komisi    A juga mengimbau BPJS kesehatan dan fasilitas kesehatan  uanh ditunjuk   oleh BPJS kesehatan   untuk lebih meningkatkan   pelayanan  terhadap peserta BPJS Kesehatan. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *