Syarat Dukungan Calon Perseorangan Tetap Berlaku

JAKARTA, Jawa Pos – Regulasi Pilkada mengenai syarat minimum dukungan calon perseorangan dipastikan tidak berubah. Mahkamah Konstitusi kemarin (28/11) menolak permohonan uji materi yang diajukan bakal calon perseorangan Pilwali Surabaya Muhammad Sholeh. Dia memohon agar syarat dukungan calon perseorangan dihapus.

Dalam kesempatan tersbeut, Hakim Konstitusi Aswanto menjelaskan mengapa permohonan Sholeh ditolak. Yang paling utama, permohonan serupa sudah pernah diajukan ke MK pada 2015 untuk menguji UU 8/2015 tentang Pilkada. Kala itu, pemohon Fadjroel Rachman memohon kepada MK agar syarat calon perseorangan didasarkan pada suara sah pemilu legislatif sebelumnya.

’’Mahkamah kembali menegaskan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XII/2015 bertanggal 29 September 2015,’’ terang Aswanto. Yakni, menyatakan bahwa syarat dukungan calon perseorangan harus berbasis pada jumlah penduduk yang memiliki hak pilih. Dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap pemilu sebelumnya.

Saat itu, MK menyatakan bahwa klausul syarat dukungan minimal calon perseorangan di pilkada tidak diskriminatif. Hanya saja, kurang pas karena didasarkan semata-mata pada jumlah penduduk. Padahal, tidak semua penduduk memiliki hak pilih. Karena itu, MK mengubahnya menjadi berbasis jumlah penduduk yang memiliki hak pilih dan terdaftar di DPT.

Putusan itu diperkuat dengan putusan pada 2016 yang menguji UU 10/2016 tentang perubahan Kedua UU Pilkada. Pasal yang diujikan sama persis dengan permohonan Sholeh, yakni 41 ayat (1) dan (2). Sehingga, calon perseorangan tetap harus menyertakan dukungan minimal berbasis jumlah pemilih DPT pemilu sebelumnya, untuk maju menjadi calon kepala daerah.

Menurut MK, kedua putusan itu masih relevan untuk dijadikan dasar penilaian konstitusionalitas pasal yang diujikan Sholeh. ’’Sehingga menurut Mahkamah tidak lagi terdapat persoalan konstitusional terhadap norma a quo sebagaimana yang didalilkan oleh para pemohon,’’ tambahnya. (byu/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *