1 Desember Hari Ibadah, Jangan Dipolitisir

Kabidhumas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal (Elfira/Cepos)

Kodam XVII/Cenderawasih Tetap Backup Polda Papua

JAYAPURA- Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menegaskan, 1 Desember yang bertepatan dengan hari minggu yakni hari ibadah. Sehingga itu, jangan dipolitisir menjadi hari lainnya.

  Sebagaimana sebagian orang-orang di Papua kerap memperingati 1 Desember sebagai hari kemerdekaan bangsa Papua atau Organisasi Papua Meredeka (OPM). “Hari Minggu itu hari ibadah jangan dipolitisir bahwa itu hari yang lainya, kita tetap menjaga situasi Kamtibmas di tanah papua dengan baik,” ucap Kamal kepada wartawan usai kunjungan kerja Kapolri dan Panglima di Skouw, Rabu (27/11).

  Polda Papua sendiri tetap melakukan antisipasi terkait 1 Desember itu, sebagaimana beredar isu-isu melalui selebaran. Sehingga itu, pihaknya memberikan penguatan kepada seluruh  masyarakat bahwa tanah Papua adalah tanah yang damai sehingga kita menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

“Kami akan melakukan Patroli sehingga masyarakat semakin yakin bahwa Desember hingga Januari kedepan  Papua tetap kondusif,” kata Kamal.

Menurut Kamal, munculnya isu selebaran dan lainnya diduga ada beberapa kelompok  yang sengaja untuk memainkan isu Papua tetap menjadi sesuatu yang menakutkan.“Umat kristiani pada Minggu 1 Desember nanti dipersilahkan untuk beribadah sebagaimana biasanya, tidak  ada halangan. Aparat Kepolisian tetap melakukan pengamanan Patroli  dan kegiatan Kepolisian lainnya,” tegas Kamal.

Lanjut Kamal, untuk Wamena Kabupaten Jayawijaya sebanyak 600 personel dilibatkan untuk antisipasi 1 Desember.

  Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Cpl  Eko Daryanto  mengatakan, terkait 1 Desember Kodam XVII/Cenderawasih sifatnya membackup Polda Papua soal pengamanan.

Dimana saat ini, sedang ada latihan kesiap siagaan operasi yang berjumlah 4 satuan Batalyon Kostrad terdiri dari dua batalyon di Timika dua Batlyon di Jayapura. “Jika situasi situsional mereka dapat dikerahkan untuk membantu membackup pihak kepolisian,” kata Eko kepada wartawan.

  Disinggung soal pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata Egianus Kogoya termasuk mengantisipasi untuk masuk ke wamena. Eko mengaku TNI tetap membackup Polda Papua.

“Kita tahu maping  dimana  kerawanan dan arah gerakan dari kelompok yang dimungkinkan akan melakukan  aksi ataupun tindakan yang kemungkinan kecil dalam rangka 1 Desember yang menurut mereka sebagai Hari Organisasi Papua Merdeka,” terang Eko.

  Eko mengaku posisi dari kelompok (KKB Egianus Kogoya-red) sudah terdeteksi.

  Jelang 1 Desember  kalender Kamtibmas, Polresta Jayapura Kota melakukan pengawasan secara menyeluruh di wilayah hukumnya. Sekaligus mengantisipasi kegiatan-kegatan masyarakat yang dilakkan secara illegal atau tanpa pemberitahuan kepada kepolisian  yang isinya cenderung melanggar undang-undang.

  Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan, aksi-aksi spontan yang meresahkan masyarakat dan menganggu Kamtibmas  maupun  bersifat menganggu keutuhan  persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan dibubarkan.

“ Kalau ada aksi tidak ada pemberitahuan ataupun ijin keramaian dari pihak Kepolisian yang  sifatnya menganggu ketertiban umum dan cenderung  berpotensi melakukan pelanggaran pidana pastinya kita bubarkan. Bila perlu kita tangkap apabila telah terjadi peristiwa tindak pidana disitu,” tegas Kapolres kepada Cenderawasih Pos,  Rabu (27/11).

  Terkait dengan pengamanan 1 Desember, Gustav mengaku Polresta Jayapura Kota melibatkan 2/3 dari personel Polresta atau sekitar  450 personel termasuk dengan jajaran Polsek. Serta dibantu BKO dari Dalmas Polda Papua, Brimob, Kodim dan Korem  dengan jumlah 240 personel.

“Jadi sebanyak 700 personel yang kami libatkan untuk mengamankan 1 Desember di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota,” kata Gustav.

  Gustav mengaku, semua wilayah di Kota Jayapura menjadi antisipasi Polresta Jayapura Kota. “Empat daerah yang menjadi atensi kami terkait Kalender Kamtibmas, yakni Daerah Heram, Abepura, Jayapura Utara dan Muara Tami termasuk daerah perbatasan,” ucapnya.

Guna menciptakan situasi yang kondusif, pihaknya tetap melakukan Patroli baik skala kecil hingga skala besar. Serta melakukan sweeping dan razia selektif yang akan dilakukan hingga pasca 1 Desember nanti.

“Tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan razia dan penggeledahan di Rusunawa serta beberapa tempat yang kita anggap punya potensi untuk membuat gangguan keamanaan ataupun keresahan,” ucap Gustav saat disinggun apakah akan melakukan razia di Rusunawa.

  Gustav menerangkan, selama kegiatan masyarakat tidak ada pemberitahuan maupun ijin keramaian dari pihak Kepolisian sebagaimana peraturan pemerintah kemudian juga peraturan Kapolri soal ijin keramaian. Serta pemberitahuan kegiatan masyarakat sesuai Peraturan Presiden nomor 60 maka semua kegiatan di area publik dan mengundang banyak masyarakat tidak dapat dilaksanakan oleh pihak tertentu  dengan himbauan Kepolisian.

“Apabila itu dilaksanakan akan dilkukan tindakan peringatan untuk  membubarkan diri,” kata Gustav.

Terkait 1 Desember nanti, Gustav mengajak masyarakat untuk melaksanakan ibadah secara  normal dan rutin sebagaimana mestinya di gereja-gereka yang ada di Kota Jayapura. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *