Modus Baru Penyelundupan Miras Diungkap   

Keempat  orang yang menjemput Miras Sopi yang dikirim dari Ambon  saat diamankan  Polsek Pelabuhan Merauke,   Senin (25/11). (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Rencana penyelundupan minuman keras lokal jenis Sopi dengan menggunakan modus baru yang akan dimasukkan ke Merauke  dengan menggunakan Kapal Lauser berhasil digagalkan oleh Polsek Pelabuhan Merauke, Senin (25/11), kemarin.

   Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Agustinus  Ary Purwanto, SIK, melalui Kapolsek KPL Iptu Bambang Ir membenarkan   rencana pengiriman Miras Sopi dengan modus baru yang berhasil digagalkan  tersebut.

“Mereka menggunakan modus baru  dengan cara Sopi dimasukkan  ke dalam plastik warna putih panjang baru disimpan dalam 3 buah karton,’’ kata Kapolsek.

   Dibeberkan kronologis singkat  kejadiannya bahwa sekitar pukul 02.45 WI,T saat petugas Polsek KPL melakukan pengamanan dan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ada di atas kapal Leuser yang sementara sandar di pelabuhan laut Merauke. Petugas menemukan adanya 3  unit motor yang saat itu mengambil barang titipan di atas kapal Leuser.

   Setelah ketiga motor tersebut kembali, petugas menghentikan ketiga motor tersebut dan mengecek barang yang dibawa yaitu berupa bungkusan karton sebanyak 3  karton. Kemudian  dilakukan pemeriksaan terhadap isi karton tersebut dan ternyata karton tersebut berisikan minuman keras lokal jenis Sopi yang diisikan di dalam plastik warna putih panjang.

   Selanjutnya  p pengambil barang serta barang bukti dibawa ke Polsek KPL untuk dilakukan interograsi dan pengecekan proses lebih lebih lanjut. Menurut Kapolsek, adapun nama-nama pengambil barang tersebut dari atas kapal Leuser diantaranya VA, warga jalan Gang Kelinci Merauke, RT warga di jalan Biak Merauke, SNJ warga Jalan Brawijaya dan UT  warga di jalan Gang Felubun. 

  “Dari hasil interograsi, rencananya  barang ini  dikirimkan dari Pelabuhan Ambon dan dititipkan di ruang Security di atas kapal Leuser. Salanjutnya berdasarkan pengakuan pengambil barang tersebut akan digunakan untuk kegiatan adat peminangan, namun terhadap keempat orang pengambil barang tersebut dilakukan pembinaan dengan cara membuat surat pernyataan yang pada intinya tidak akan mengulangi perbuatanya di kemudian hari,’’ tandas Kapolsek. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *