Buntut Panjang Pengeroyokan terhadap Suporter Indonesia di Malaysia

Suporter Diminta, Kekecewaan jangan Dibalas Dengan Tindakan Negatif Juga

SEKELOMPOK orang itu tiba-tiba mendatangi Fuad Naji dan Yovan. Kedua suporter yang khusus datang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mendukung tim nasional (timnas) Indonesia itu dicecar berbagai pertanyaan.
——————————–
Pada Senin malam lalu (18/11) itu, Fuad dan Yovan baru selesai makan malam di Bukit Bintang, distrik perbelanjaan dan hiburan di Kuala Lumpur. Dan, hendak memesan taksi online untuk balik ke penginapan.

”Apa kamu suporter Indonesia? Karena mereka menjawab dengan logat Indonesia, terus mereka dikeroyok oleh orang-orang itu,” tutur Fuad dan Yovan bergantian seperti ditirukan Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Yusron B. Ambary, hasil mewawancarai keduanya.

Insiden itu terjadi sehari sebelum Indonesia dijamu Malaysia di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G zona Asia. KBRI tidak bisa mengambil kesimpulan apakah yang mengeroyok Fuad dan Yovan adalah suporter timnas Malaysia. Sebab, dari rekaman video yang kemudian viral, tidak ada yang menggunakan atribut timnas Malaysia.
Tapi, menurut Yusron, video tersebut tetap disertakan sebagai barang bukti ke pemerintah Malaysia. ”Kami sampaikan juga laporan polisi yang dibuat oleh Saudara Fuad Naji dan Yovan,” paparnya.

Indonesia kalah 0-2 dalam laga di Stadion Bukit Jalil. Itu kian membenamkan posisi skuad Garuda di dasar klasemen sementara. Tapi, bukan hasil itu yang paling menyulut kemarahan di Indonesia. Melainkan, penganiayaan oleh orang-orang yang diduga suporter Malaysia tadi. Juga, ulah fans Harimau Malaya –sebutan timnas Malaysia– yang melemparkan, antara lain, flare ke arah tribun yang diisi suporter Garuda saat laga berlangsung. Yang diperburuk belum adanya permintaan maaf terbuka dari pemerintah setempat sampai dengan tadi malam.

Dalam dua hari terakhir, kegeraman terhadap sikap Malaysia itu ramai di media sosial. Bertahan dalam daftar trending topic di Twitter sampai dengan tadi malam pukul 23.00, meski tagarnya berganti-ganti.
Saat kedua tim bertemu kali pertama pada 19 Oktober lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, juga terjadi insiden. Menteri pemuda dan olahraga kala itu, Imam Nahrawi, langsung meminta maaf.

Suporter Indonesia Bersatu (SIB) bahkan mengancam bakal turun ke jalan dan mendatangi Kedubes Malaysia di Jakarta. Itu jika sampai Minggu (24/11) mendatang tidak ada ucapan maaf dari negeri jiran tersebut. ”Kami tidak terima harga diri bangsa diinjak-injak oleh mereka,” kata perwakilan SIB Tirmidzi kepada Jawa Pos kemarin (22/11).

Didesak oleh elemen suporter, PSSI akhirnya melayangkan surat laporan kepada FAM (PSSI-nya Malaysia) terkait insiden yang terjadi saat pertandingan. Mengenai penganiayaan di luar stadion, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak. Di antaranya, KBRI Kuala Lumpur dan Komisaris Besar Chaidir, divisi hubungan internasional Polri di Malaysia.

”Proses hukum sudah dijalankan oleh kepolisian di Malaysia. PSSI akan memantau hal tersebut agar proses hukum berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Iwan Bule, sapaan akrab ketua umum PSSI.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha memastikan, tidak ada suporter Indonesia yang tewas tertusuk dalam insiden penganiayaan yang terjadi di Bukit Bintang. ”KBRI Kuala Lumpur sudah melakukan pengecekan. Informasi adanya suporter Indonesia yang tewas ditusuk tidak terkonfirmasi,” ujarnya.

Terkait korban luka, lanjut Judha, KBRI masih terus melakukan pendalaman. Pemerintah meminta suporter yang mengalami kekerasan agar segera melapor ke KBRI. Dengan begitu, bisa segera diberikan perlindungan. Termasuk pendampingan hukum.

KBRI Kuala Lumpur juga meminta kepolisian Malaysia untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku. Serta, meminta jaminan keamanan terhadap para WNI di sana.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menyadari kekecewaan masyarakat terhadap sikap Malaysia yang masih belum memiliki iktikad baik atas aksi brutal suporternya. Namun, dia berharap kekecewaan itu tidak lantas dibalas dengan tindakan negatif juga. Apalagi, berdampak buruk pada event internasional di Indonesia yang Malaysia ikut serta di dalamnya.

Salah satunya adalah Piala Pelajar Asia di Balikpapan. Dia berharap tidak ada aksi anarkistis pada peserta dari Malaysia di sana. ’’Kami imbau ke masyarakat Indonesia yang sedang jadi tuan rumah event ada Malaysia, jangan ikut-ikutan ya,’’ harapnya.
Di sepak bola SEA Games 2019 yang akan segera dimulai, Indonesia dan Malaysia memang terpisah grup. Tapi, tetap terbuka kemungkinan kedua tim bertemu di semifinal dan final. Dan, sentimen antar pendukung timnas kedua negara bisa meletup lagi.

KBRI Kuala Lumpur juga menerima informasi tentang tiga WNI yang diamankan kepolisian Malaysia di kompleks Stadion Bukit Jalil sesaat sebelum laga berlangsung. Yusron mengaku belum mengetahui penyebab pasti penangkapan tersebut. Pihak kepolisian Malaysia hanya memberikan informasi, tiga WNI itu ditangkap berdasar Undang-Undang Prevention of Crime Act.
”Saat ini ketiganya masih berada di pihak polisi Malaysia. Kami akan segera mengajukan permohonan untuk memperoleh akses konsuler atas ketiganya,” terang Yusron.

Sementara itu, pada pertemuan KBRI Kuala Lumpur dengan Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia kemarin sore disepakati untuk memberikan asistensi hukum bagi tiga WNI yang ditahan tersebut. Aliansi juga akan menyampaikan kepada KBRI jika ada kasus-kasus lain yang terjadi dalam kaitannya dengan pertandingan antara Indonesia dan Malaysia.

Sementara itu, Malaysia kembali mempermalukan Indonesia di lapangan hijau. Kali dalam semifinal ajang Asian School Football Championship U-18 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, tadi malam.

Setelah hanya bermain imbang 1-1 di waktu normal, Supriadi dkk akhirnya keok 3-5 dalam adu penalti di hadapan sekitar 30 ribu pendukung. Indonesia unggul dulu melalui Cristian Robertus Rumbiak pada menit ke-38. Yang kemudian disamakan Malaysia lewat Muhammad Shazriman Bin Hasnul pada menit 51.

Di partai puncak, Malaysia akan menghadapi Thailand yang mengalahkan mereka 2-4 di fase grup. Dalam semifinal, Thailand menundukkan Korea Selatan 1-0.

(*/rid/han/mia/c10/ttg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *