Pemerintah Kampung Jangan Takut Berinovasi

Asisten II Setda Kota Jayapura Drs. Nurjainudin Konu,MKP (kanan) saat meninjau menu-menu inovasi kampung yang dipajang di lokasi Bursa Inovasi Kampung Kota Jayapura di Tanjung C’Berry, Kamis (21/11) (MAHFUD/cepos)

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM dalam sambutannya pada acara Bursa Inovasi Kampung Kota Jayapura yang disampaikan oleh Asisten II Drs. Nurjainudin Konu,MKP menekankan kepada para kepala pemerintahan kampung, perangkat kampung maupun Bamuskam agar tidak takut dalam melakukan inovasi untuk membangun kampung.

“Jangan takut untuk berinovasi kalau memang niatnya ingin memajukan atau membangun kampung-kampung di Kota Jayapura ini. Kita ini sudah menuju ke smart city. Karena itu dana yang ada di kampung harus digunakan dengan melakukan inovasi-inovasi baru agar program yang ada bisa lebih mengena dan lebih bermanfaat untuk masyarakat kampung,” ungkap Nurjainudin Konu di Tanjung C’Berry, Enggros, Kamis (21/11).

Pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh perangkat kampung, yang pertama, untuk bersinergi, bekerjasama dengan niat yang tulus untuk membangun kampung demi kesejahteraan seluruh masyarakat kampung dan kemuliaan nama Tuhan.

“Yang kedua untuk selalu berpedoman pada aturan dan semua ketentuan yang berlaku dalam melaksanakan pembangunan kampung agar tidak terjadi penyimpangan untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.

Pihaknya juga tak bosan-bosannya mengingatkan para kepala kampung dan para perangkatnya untuk tertib administrasi, tertib aturan,  tidak korupsi, menuju  WTP. “Ini harus diterapkan di kampung-kampung. Kita bekerja ini kan punya keluarga, mari jaga itu, jangan sampai kita terpeleset, yang jadi korban nanti keluarga, anak-anak kita. Mari kita gunakan dana kampung sesuai ketentuan pemerintah, kalau keluar dari itu nanti akan berhadapan dengan hukum,” wantinya.

Acara Bursa Inovasi Kampung yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura ini diikuti para kepala pemerintahan kampung, sekretaris kampung, Bamuskam, Bumkam, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan lainnya.

Pada acara tersebut, panitia memasang spanduk berisi menu-menu inovasi mulai dari bidang kewirausahaan, bidang sumber daya manusia dan bidang infrastruktur. Setelah pembukaan, para peserta melihat menu-menu itu dan nantinya bisa memilih menu mana yang sekiranya bisa direplikasi di kampung sesuai dengan potensinya masing-masing.

Sebagaimana arahan panitia, bagi kampung yang sudah gelar Musrenbang (ada lima kampung) bisa menyesuaikan programnya, namun bagi yang belum menggelar Musrenbang nanti bisa dimasukkan dalam program pembangunan tahun depan.(fud/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *