Jumlah Siswa Pindah Sekolah Terus Bertambah

Siswa SMP Negeri 1 saat mengikuti Penilaian Akhir Semester. (Denny/cepos)

WAMENA-Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Bambang Budiandoyo mengaku bahwa jumlah siswa yang pindah sekolah secara definitif dari Jayawijaya sampai dengan saat ini terus bertambah. Jika sebelumnya siswa pindah mencapai 300-an, namun  setiap minggu ada penambahan hingga saat ini tercatat ada 622 siswa yang telah pindah sekolah. Sedangkan untuk siswa yang tak ada keterangan  sekira 55 persen atau setara dengan 10.000-an.

  “Di dalam rapat juga kami sampaikan bahwa pelayanan pendidikan harus meliputi semua anak-anak baik di penitipan, yang ada di tempat maupun yang tidak ada di tempat tanpa keterangan, namun sampai saat ini sekolah masih kesulitan menghimpun yang tanpa keterangan,”ungkapnya Kamis (21/11) kemarin.

  Menurutnya, Khusus yang tanpa keterangan pihaknya berpikir setelah ada komunikasi dengan guru-guru  dan setelah melakukan adminitrasi pendataan kesiswaan nanti akan datang di Januari 2020 kemudian pihak sekolah akan sampaikan untuk memberi matrikulasi dengan penilaian susulan.

  “Penilaian susulan harus dilakukan untuk mengisi laporan hasil belajar siswa, kemudian matrikulasi penting karena anak-anak yang keluar semenjak 23 September pasti ada kompetensi dasar yang belum disampaikan ke anak-anak semacam informasi pengetahuan.”jelas Bambang  Kata Bambang, sementara untuk sekolah- sekolah ring dua, sejak 4 November memang dilihat ada kecenderungan bahwa proses pembelajaran di sekolah dari TK, SD, SMP, SMA sudah mulai baik.  Dimana sejak 11 November sudah mulai meningkat.

  “Kami berasumsi bahwa nanti pelaksanaan PAS baik dan pasti ada peningkatan. Itu di dalam Kota Wamena 64 sekolah yang intens didata setiap minggunya. Kami mempunyai 215 sekolah seluruh Jayawijaya dari 34 TK, 124 SD, 36 SMP, 13 SMA dan 6 SMK.” katanya.

   Lanjut Bambang, dari semua itu yang supervisi secara intens yaitu 64 sekolah.  Sementara Bagi yang di luar kota pihaknya bekerjasama dengan WVI, dimana senin minggu kemarin untuk mengalihkan pemantapan proses pembelajaran dan untuk teman-teman yang bersekolah di luar Kota Wamena.

  “Karena itu, Senin lalu kami mengundang 70 sekolah di luar kota Wamena dengan melibatkan 17 distrik untuk secara massif melakukan kegiatan pemantapan pembelajaran. Sehingga kami berharap di Januari 2020 seluruh satuan pendidikan di Jayawijaya sudah tuntas seperti biasa.”tuturnya.

   Sementara itu, Staf guru Bagian Kurikulum SMP Negeri 1 Wamena, Budi Amal  mengakui jika dari 1.097 yang tidak ikut ujian ada sekitar 396 dimana mereka ada yang pindah sementara, ada yang pindah seterusnya dan ada juga yang masih belum bisa hadir. Sementara untuk siswa yang belum ada kabar ada sekitar 150-an belum ada laporan.

  “Untuk ujiannya nanti kami akan rapatkan lagi apakah ada ujian susulan atau seperti apa. Yang dititipkan nantinya mereka akan ikut ujian dimana mereka dititipkan, setelah mereka kembali ke sekolah asal mereka membawa hasil ujian di sekolah titipan sehingga rapor akan diolah di SMPN 1 Wamena.”tuturnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *