Balai Arkeologi Perkenalkan Rumah Situs Megalitik Tutari

GAMBAR- Tiga siswa SMP saat mengikuti lomba menggambar yang diselenggarakan oleh Balai Arkeologi Papua di Rumah Situs Megalitik Tutari di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Kamis (21/11). (Yewen/Cepos)

Bagi Pelajar SD, SMP di Kabupaten dan Kota Jayapura

SENTANI-Balai Arkeologi Papua dalam tahun ketiga ini memperkenalkan Rumah Situas Megalitik Tutari untuk generasi milenial, terutama bagi pelajar SD dan SMP yang berada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Situs Megalitik Tutari di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura selama dua hari.

Perwakilan Balai Arkeologi Papua yang juga Ketua Panitia, Hari Suroto, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tahun ketiga dalam rangka memperkenalkan Rumah Situs Megalitik Tutari kepada pelajar yang ada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

“Kegiatan yang kami laksanakan ini untuk memperkenalkan Rumah Situs Megalitik kepada pelajar agar mereka mengenal situs peradaban yang telah berada berabad-abad di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu Kabupaten Jayapura,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di Kampung Doyo Lama Distrik Waibu, Kamis (21/11).

Tidak hanya memberikan pengenalan mengenai situs peradaban Rumah Megalitik, menurut Suroto, dalam kegiatan ini juga pihaknya melaksanakan beberapa lomba yaitu lomba menggambar, konstruksi, dan ada yel-yel dan mop, dan guru pendamping mereka mengikuti lomba swafoto, dan vlog rumah peradaban.

“Kami menyelenggarakan kegiatan lomba menggambar peta NKRI, menggambar Garuda Pancasila, menggambar motif Megalitik Tutari dengan media kertas, lomba bercerita rakyat Sentani dan lomba konstruksi gerabah. Selain itu, ada lomba swafoto dan vlog yang diikuti oleh para guru pendamping,” ucapnya.

Kata Suroto, para pelajar yang mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang belum pernah mengikuti kegiatan yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, juri yang memberikan penilaian berasal dari akademisi.

Suroto, berharap dengan adanya kegiatan ini, maka dapat menumbuh-kembangkan minat dan bakat para pelajar dalam menggambar dan tapi juga bisa mengenal lebih jauh tentang situs-situs peradaban yang ada di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *