KNPB Wilayah Lapago:Kami Tidak Akan Pernah Mundur

KNPB Se – Wilayah Lapago saat menggelar HHUT  KNPB di Wamena,  Selasa, (19/11). KNPB for cepos

JAYAPURA – Memperingati HUT KNPB yang ke-11, KNPB Wilayah Se-Lapago KNPB Menyatakan sikap tidak akan perna mundur dan Komit mogok sipil untuk penentuan nasib sendiri.
Bertempat di Wamena Rabu, (20/11) dalam perayaan tersebut mewakili KNPB Balim Wamena, Ketua Diplomasi Namene Elopere menyatakan, dengan perayaan HUT KNPB pihaknya akan tetap berfokus pada tujuan dari pada KNPB yaitu mogok sipil untuk menentukan nasib sendiri sebagai bangsa West Papua yang merdeka.
” Kami KNPB se-Tanah Papua dan Pada khususnya KNPB Wilayah se-Lapago siap memediasi rakyat dan melakukan mobilisasi umum menuju mogok sipil nasional untuk penentuan  nasib sendiri bagi bangsa dan  rakyat Papua,  demi mewujudkan cita-cita bangsa dan rakyat Papua kedepan,” katanya melalui release yang di terima Cenderawasih Pos di Jayapura,  Selasa, (19/11).
Lanjut ketua KNPB Nduga  Dolia Umbruange menyampaikan, pada momen perayaan HUT KNPB yang ke 11 ini, KNPB sudah dewasa dalam menghadapi berbagai ancaman oleh kolonial Indonesia dalam hal ini. “Ancaman dari aparat TNI dan Polri yang ada di Papua karena bagi KNPB, Soal ancam-mengancam adalah hal yang biasa dan bukan luar biasa dan satu langkapun kami KNPB tidak akan pernah mundur,” bebernya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua satu KNPB Balim Barat, Masayur Pemberontak menegaskan, KNPB tidak akan mundur, tidak akan lari, tidak akan  kemana-mana tetapi ada di mana-mana bersama rakyat untuk melawan penjajah demi mewujudkan revolusi di  tanah West Papua.
“Revolusi tidak menunggu manusia, namun manusia yang wajib menciptakan revolusi di tengah-tengah keluh kesahnya penindasan yang di lakukan oleh kolonial Indonesia hari ini ,” katanya.
Ia menambahkan, situasi hari ini, telah dan sedang membawa pihaknya kepada gerakan perlawanan rakyat sipil yang sadar dan nyata.
” Buktinya nyata bahwa KNPB tetap setia bersama rakyat melawan penjaya dan pada perayaan HUT KNPB yang ke-11, KNPB sedang merayakan di tengah-tengah bunyi tembakan peluruh penjaya, di tengah duka  yang mendalam  dan  di tengah ancaman Negara. Tapi kami mampu menciptakan suasana bergengsi ini menjadi nyata dan membuktikan bahwa, KNPB ada bersama rakyat. Kami tidak lari ke mana-mana dan telah merayakan HUT KNPB yang ke-11 ini tumah dan tanah leluhur kami, jangan buat kami seperti orang asing di negeri kami, dengan stigma dan rasa takut,” tegasnya.
Saat ini, menurutnya, KNPB sudah merayakan HUT dengan aman, tertib  dengan gaya dan cara kami sendiri meskipun militer indonesia siaga di setiap sudut kota dan sedang membangun opini publik yang menyudutkan perlawanan damai KNPB.
Lanjutnya seiring berjalannya waktu, umur gerakan perlawanan terus tumbuh bersama rakyat penindasan dan umur jiwa manusia revolusioner pun tumbuh bersama rakyat penindasan paparnya.
“Tak ada kata berhenti dan  mundur. Apalagi takut lari dan memilih hidup tenang dan nyaman, ketika hal itu terjadi pada kita, maka kita adalah penghianat bangsa dan rakyat.  Dalam kamus KNPB, yang ada hanya lawan dan lawan sampai titik darah penghabisan,” Pungkas Masayur, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *