Jelang Natal dan Tahun Baru, Minyak Tanah Sudah Mulai Antre

Tampak masyarakat antrean minyak tanah di salah satu kios/toko di Kota Biak, Rabu (20/11) kemarin. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Antrean minyak tanah menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019 mulai terjadi di wilayah Kota Biak dan sekitarnya. Bahkan, masyarakat harus rela antre berjam-jam untuk menunggu giliran jerigennya diisi minyak tanah 10 atau 20 liter oleh pemilik kios atau toko yang mendapatkan izin penjualan/kuota.

   Di salah satu kios, di Kota Biak, misalnya, masyarakat terlihat antrean minyak tanah cukup panjang,  Rabu (20/11) kemarin. Masyarakat yang menahan panasnya terik matahari terpaksa harus antre cukup panjang dengan jerigennya.

  “Kalau soal antrean minyak tanah sebenarnya dari dulu, tidak pernah tidak antre dan itu terjadi di hampir semua wilayah di kota,” tandas Ibu Nurlela, salah satu ibu yang ikut antre minyak tanah itu. “Kadang-kadang kita sudah antre, namun tidak kebagian karena banyak orang,” lanjutnya.

  Rata-rata minyak tanah itu didapatkan masyarakat dengan harga Rp 3.500 per liter (harga di pangkalan/toko atau kios), sementara kalau dijual eceran dalam botol biasanya Rp  5.000 per liter atau Rp. 10.000 per botol air mineral ukuran 1,5 liter.

  Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor Yubelius Usior, SE.,MM sebelumnya mengakui permintaan minyak tanah di masyarakat menjelang hari raya Natal dan tahun baru bakal meningkat.

  “Sudah hal biasa kalau menjelang hari raya keagamaan terjadi antrean minyak tanah di mana-mana, kami juga sudah menyampaikan permintaan tambahan ke Pertamina sebanyak 100 KL, kalau itu dipenuhi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan minyak tanah di masyarakat,”  ujarnya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *