14 Kursi Bisa Miliki Fraksi Sendiri

Jhony Banua Rouw (Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Usai mengikuti pembekalan di Makassar selama beberapa hari, agenda DPR Papua selanjutnya adalah menggelar rapat paripurna untuk pembentukan dan pengesahan fraksi. Selain pegesahan fraksi, DPRP juga akan menetapkan nama-nama yang akan duduk di kursi pimpinan. Ada empat partai yang akan mengutus anggotanya yaitu Partai NasDem, Partai Demokrat, PDI Perjuangan  dan Partai Amanat Nasional (PAN).   

Menariknya dalam pembentukan fraksi ini nantinya 14 kursi dari jalur pengangkatan bisa memiliki fraksi sendiri. Ini tentunya tidak dirasakan oleh anggota DPRP dari kursi pengangkatan pada periode pertama kemarin. Hanya saja fraksi yang dibentuk hanya satu yang berisi 14 orang. Ini berbeda dengan fraksi dari partai politik yang dengan jumlah minimal sudah bisa membentuk 1 fraksi.

“Jadi agenda kami setelah ini adalah sidang paripurna untuk membentuk fraksi-fraksi termasuk menetapkan nama pimpinan DPRP  definitif. Dari jumlah keseluruhan fraksinya nanti ada 9 dimana 6 fraksi murni dan 2 dari gabungan partai ditambah 1 dari keanggotaan 14 kursi,” ungkap pimpinan DPRP sementara, Jhony Banua Rouw saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/11).

Dasar aturan untuk 14 kursi ini membentuk fraksi kata Banua, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2008 yang menyebut bahwa perwakilan adat bisa membentuk fraksi sendiri. “Jadi untuk 14 kursi prinsinya kami setuju dan tinggal menunggu tahapan yang dilakukan oleh Kesbangpol. Kalau melihat aturan saat ini mereka akan membentuk  fraksi sendiri yang akan didistribusikan ke alat kelengkapan dewan di DPRP. Sedangkan untuk namanya nanti mereka yang menyepakati,” kata Jhony Banua.

Bahkan dalam tata tertib, pihaknya tetap membuka ruang untuk 14 kursi. Dimana setelah  fraksi serta unsur pimpinan ditetapkan, akan dikirim ke gubernur dan selanjutnya   diteruskan ke Mendagri untuk disahkan.

Disinggung soal nama pimpinan DPRP dari Partai Demokrat, PDIP dan PAN, Jhony secara halus mengelak. “Yang jelas surat masuknya sudah ada namun baru akan dibacakan di paripurna. Nanti kita tunggu besok saja  ya,” jawabnya.

Untuk pembentukan komisi sendiri dikatakan nantinya setelah fraksi terbentuk barulah diutus siapa-siapa yang akan masuk ke komisi apa. “Itu nanti dan kita akan mengakomodir siapa di komisi apa dan kemungkinan awal Desember sudah ada hasil,” tandasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *