Jelang Desember, 8 Wilayah Jadi Prioritas Polda Papua

Irjen Pol Paulus Waterpauw (Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, sebanyak 8 wilayah di Papua menjadi prioritas Kepolisian Daerah (Polda) Papua menjelang Kalender Kamtibmas 1 Desember.

Adapun 8 wilayah tersebut yakni Kabupetan Jayawijaya, Mimika, Jayapura, Nduga, Intan Jaya, Yahukimo, Tolikara dan Kota Jayapura. “Delapan daerah itu menjadi prioritas kita,” ucap Kapolda kepada wartawan usai menghadiri salah satu kegiatan di Hotel Aston, Selasa (19/11).

Dikatakan, Kalender Kamtibmas Polda Papua mulai dari 1 Desember, 14 Desember hingga tahun baru merupakan agenda tahunan. Sebagaimana 1 Desember ada aktivitas daripada sebagian orang yang memperingatinya sebagai hari ulang tahun kemerdekaan Papua dan lain sebagainya.

Untuk itu, Polda Papua sendiri terus melakukan upaya-upaya dengan cara melakukan pendekatan dengan pihak-pihak yang menurut Polda Papua perlu dibangun komunikasi.

“Mungkin kalau mereka sekedar ibadah silakan, tapi untuk aksi tidak dulu ya. Karena kita sedang trauma, masyarakat sedang khawatir bahwa jangan sampai kejadian pada Agustus dan September di wilayah Papua terjadi lagi,” tuturnya.

Menurut Kapolda, ketakutan demi ketakutan harus dihindari. Untuk itu, Polda Papua melakukan upaya pendekatan dan membangun komunikasi dengan kelompok yang mau melakukan aksi. Mereka yang ada di sekitar menjadi pendukung, termasuk mereka yang menjadi tokoh tokoh dan lain sebagainya.

“Kita tidak mau Papua dijadikan ajang konflik. Bagaimana dengan 3 ribu anak-anak mahasiswa yang pulang dan tidak bersekolah. Apa mau jadi sumber konflik juga, mau apa kita ini,” bebernya.

Ditambahkan, apa yang dilakukan Polda Papua saat ini melalui pendekatan, merupakan bagian dari upaya-upaya dari cipta kondisi. “Jangan bilang polisi jahat, kita ini mau aman dan damai,” tegasnya.

Sementara itu disinggung soal penebalan pasukan, Kapolda mengaku akan melihat situasi di lapangan. Namun, dengan kekuatan yang sudah didatangkan untuk mem-BKO Polda Papua dianggap masih cukup. (fia/nat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *