Jelang Akhir Tahun, Apel ASN Pemprov Papua Makin Sepi

Suasana apel pagi di lingkungan Pemprov Papua, Senin (18/11), yang disoroti karena banyak ASN tak hadir. (Gratianus Silas/Ceposonline.com) 

JAYAPURA- Mengawali seluruh kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemprov Papua sepanjang minggu ini, apel pagi dilakukan di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (18/11).

Namun, berdasarkan pemantauan Ceposonline.com, tak cukup banyak terlihat ASN yang hadir, apalagi jika dibandingkan dengan total jumlah ASN Pemprov yang mencapai 7 ribuan.

Nampaknya, hal ini disadari pula Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad yang memimpin apel tersebut.

Dalam evaluasinya, Musa’ad melihat semakin hari, menuju akhir tahun, persentase kehadiran ASN semakin menurun, yang mana menandakan semangatnya pun semakin menurun.

“Tidak tahu bahasa apalagi yang harus kita sampaikan. Tidak tahu dengan pendekatan apalagi yang harus kita lakukan karena semua cara sudah disampaikan, tapi ASN kita yang tidak hadir tetap saya tidak tergerak hatinya,” ujar Muhammad Musa’ad.

“Kita juga selalu mendoakan supaya Tuhan menggerakkan hati mereka yang tidak hadir supaya hadir. Tapi sepertinya hati mereka yang tidak hadir ini sudah membeku,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Musa’ad dengan tegas meminta pimpinan OPD untuk mengambil tindakan tegas kepada semua stafnya yang tidak hadir pada setiap apel pagi.

“Kerja sama dengan KPK untuk penertiban aset bergerak sudah dilakukan. Ini akan kemudian diikuti dengan penertiban aset tidak bergerak. Setelahnya ada kaitannya dengan ASN juga,” tambahnya.

Artinya, kalau ASN terima TPP tapi tidak masuk kantor, ada kemungkinan nanti diputuskan untuk harus mengembalikan uang TPP yang diterima.

 

“Jadi tolong sampaikan kepada ASN yang sering tidak hadir ini, jangan mereka pikir bahwa tidak masuk sekalipun TPP akan didapatkan secara penuh. Sebaliknya, tidak hadir dan terima TPP, maka uangnya harus dikembalikan nanti,” pungkasnya. (gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *