Mimpi Persewar Waropen Mentas di Liga 1 Sirna

Fiktor Pae (ketiga dari kiri), pemain Persewar Waropen bersitegang dengan Ambrizal, kapten Sriwijaya FC saat pertandingan babak perempat final Liga 2 2019 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin (9/11). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JAYAPURA – Tim Persewar Waropen harus memupus ambisinya untuk bisa mentas pada kompetisi Liga 1 2020 mendatang. Tim berjuluk Mutiara Bakau itu gagal menapaki babak semifinal Liga 2 2019 usai finish pada urutan ketiga pool A dengan mengemas 2 poin dari dua hasil seri dan sekali kalah.

Dipertandingan pertama babak delapan besar pool A, anak-anak Mutiara Bakau harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC dengan skor 1-0, dilaga kedua, Persewar hanya mampu bermain imbang dengan Persiraja Banda Aceh, kemudian dipertandingan terakhir pun juga hanya mampu meraup satu poin usai bermain imbang 2-2 dengan Mitra Kukar di Stadion Delta Sidoarjo, Sabtu (16/11) sore.

Secara hasil, Persewar dan Mitra Kukar tidak berhasil menang selama menjalani tiga pertandingan di Grup A babak delapan besar. Membuat kedua tim hanya meraih dua poin dari tiga pertandingan. Pada waktu yang sama, Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC pun juga bermain imbang 0-0 di Stadion Joko Samudro, Gresik.

Maka dipastikan, Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC sama-sama memiliki poin 5 dan menempati posisi pertama dan posisi kedua, kedua tim asal pulau Sumatera itu dipastikan bersaing pada empat besar untuk meraih tiket promosi pada Liga 1 2020 mendatang.

Pelatih Persewar Waropen, Elie Aiboy mengatakan, bahwa timnya sudah tampil maksimal dilaga akhir. Timnya dinilai sudah tampil maksimal, hanya saja Mitra Kukar pun juga tampil memukau. Apalagi hasil imbang Persiraja dan Sriwijaya FC pun tak akan mengubah nasib timnya meski berhasil meraup tiga poin di laga terakhir.

“Pertandingan ini berlangsung luar biasa, kedua tim sama-sama mengatur strategi dan mencetak gol. Pertandingan berjalan dengan baik, dan pemain menerima hasil imbang ini,” ungkap Elie dalam konfrensi persnya usai pertandingan.

Dengan kegagalan mencapai target untuk promosi ke Liga 1, kata Elie, timnya akan lebih siap pada kompetisi Liga 2 musim depan. Pasalnya tahun ini (2019) merupakan pengalaman pertama anak-anak Mutiara Bakau tampil pada kompetisi sepakbola kasta kedua Tanah Air.

“Dengan begini, kami akan berlaga di Liga 2 lagi musim depan. Kami akan melakukan persiapan,” imbuh mantan kapten Timnas Indonesia itu.(eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *