Kasus Malaria Lima Tahun Terakhir Diklaim Menurun

Para petugas laboratorium ketika mengikuti lomba pembacaan slide standar malaria kriteria WHO,  di Hotel Mapia,  pekan kemarin. Angka kasus penyakit malaria dalam lima tahun terakhir diklaim terua mengalami penurunan. (fiktor/ cepos)

BIAK-Angka kasus penyakit malaria yang ada di wilayah Kabupaten Biak Numfor dalam beberapa tahun terakhir ini diklaim terus alami penurunan yang cukup siginifikan jika dibandingkan engan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan itu dikatakan teerjadi sejak tahun 2014 hingga saat ini.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor menyatakan, kecenderungan penurunan kasus malaria itu dapat dilihat dari adanya 10 kasus per 1.000 penduduk pada 2014 turun menjadi hanya 4 kasus per 1000 penduduk pada 2018.

“Memang kalau melihat angka kasus malaria dalam beberapa tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan, terakhir tahun 2018 lalu hanya 4 kasus per 1.000 penduduk,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor,  Ruslan, Epid, M.Kes di sela-sela kegiatan lomba pembacaan slide standar malaria kriteria WHO,  di Hotel Mapia,  pekan kemarin.

Dikatakan, pemerintah melalui instansi terkait terus melakukan upaya pencegahan terhadap terjadinya kasus penyakit malaria melalui berbagai kegiatan, termasuk dengan memberikan informasi pencegahan dan pola hidup yang sehat. “Upaya pencegahan dengan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentunya terus dilakukan,”paparnya.

Ruslan juga mengungkapkan, bahwa 257 kampung (desa)  yang ada di Kabupaten Biak Numfor masih terdapat 11 desa yang masuk dalam kategori merah, atau penularan penyakit malarianya masih banyak dari kampung lainnya. Hanya saja, Ruslan tidak merinci kampung yang dimaksud.

“Kalau ada kampung yang angka malarianya masih tinggi itu disebabkan karena adanya  mobilisasi masyarakat dari luar, artinya pasien memang sudah mengidap malaria dari luar lalu berobat di Puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lainnya di Biak,” katanya.

“Bagi masyarakat yang akan mengkomsumsi obat malaria disarankan supaya melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu, ini perlu supaya memastikan ada malarianya,”lanjutnya.(itb/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *