Intake Air PDAM Diminta Direhabilitasi

CEK INTAKE_Ketua Dewan Pengawas PDAM Jayapura, H.Rustan Saru, MM., bersama Dirut PDAM Jayapura H.Entis Sutisna, SE.,MM., dan direksi serta pejabat PDAM Jayapura, saat melakukan peninjauan di intake Kampwolker, dalam melihat sumber air di saat kemarau, Sabtu (16/11) (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Ketua Dewan Pengawas PDAM Jayapura, sekaligus Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM.,bersama Direktur Utama PDAM Jayapura H.Entis Sutisna, SE.,MM.,bersama direksi dan pejabat PDAM Jayapura melakukan peninjauan di intake Kampwolker dan reservoir TMP Padang Bulan, Reservoir STT Uncen dan reservoir di Skyland, hari Sabtu (16/11).

   Dari peninjauan tersebut,  Ketua Dewan Pengawas  H Rustan Saru, MM minta kepada Dirut PDAM Jayapura agar pelayanan distribusi air di pelanggan harus dilakukan secara prima. Dari yang sebelumnya belum bisa 24 jam sehari, harus bisa diusahakan semaksimal mungkin dan yang biasanya digilir satu minggu hanya bisa dua kali atau tiga kali, kedepannya harus diupayakan bisa setiap hari.

  Rustan Saru juga meminta, PDAM Jayapura di tahun 2020 harus bisa melakukan rehabilitasi intake yang saat ini masih terlihat kurang maksimal dalam memanfaatkan air dari sumber. Misalnya jika terjadi kekeringan seharusnya ada bak penampung di intake yang bisa menampung air dari sumbernya, kemudian bisa sebagai cadangan dalam distribusikan kepada pelanggan.

  “Saya harap ada rehabilitasi dalam pengelolaan intake, supaya pada saat musim kemarau ada cadangan air yang disimpan dan saya melihat musim kemarau masih ada sumber air, walaupun tidak banyak, namun ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, yang penting di lokasi intake harus dikelola dengan baik. Dengan demikian, dalam pendistribusian air tidak berkurang secara drastis karena sudah ada bak penampung di sumber yang dikelola dengan baik,’’katanya.

   Ketua Dewan Pengawas Rustan Saru juga meminta lokasi sumber intake harus benar-benar dijaga dengan baik, supaya masyarakat yang memanfaatkan air di sana, tidak merusaknya atau mencemarinya, diharapkan ada pemasangan pagar dan papan bicara, agar masyarakat tahu dan tidak mengganggu lokasi itu.

  Hal lainnya, karena selama ini masalah klasik yang dihadapi PDAM Jayapura adalah masalah kehilangan air dan sambungan liar, maka diharapkan masalah ini harus diatasi dengan baik, harus ada ketegasan yang diambil dari PDAM Jayapura. Jika memang nanti diperlukan adanya aturan hukum yang lebih luas seperti Perda, Pemerintah kota Jayapura akan membantu membahasanya.

   Sementara itu, Direktur Utama PDAM Jayapura H.Entis Sutisna, SE.,MM.,mengatakan, apa yang disampaikan Ketua Dewan Pengawas PDAM Jayapura tetap akan ditindaklanjuti dengan maksimal, untuk rehabilitasi intake supaya bisa dikelola dengan baik, nantinya akan dianggarkan dan dikerjakan tahun 2020, termasuk dalam penditribusian air akan dilakukan secara maksimal.   

Sebab, saat ini PDAM Jayapura juga terus berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan rehabilitasi jaringan pipa transmisi dan pelanggan, supaya kebocoran tidak banyak kemudian dilakukan pemasangan id meter pelanggan dan pelanggan akan tahu berapa jumlah air yang digunakan.

Diakuinya, memang selama ini Pemerintah daerah telah memberikan penyertaan modal setiap tahun untuk PDAM Jayapura, penyertaan modal inilah digunakan untuk  pemasangan id meter pelanggan maupun rehabilitasi jaringan pipa atau digunakan untuk kegiatan operasional.

  Selain itu, dengan adanya penyesuaian kenaikan tarif air ke pelanggan ini juga dalam upaya memberikan pelayanan prima, olehnya itu, pelanggan juga harus bisa mendukungnya.

  Dirut juga berharap masyarakat jangan ada yang menunggak pembayaran rekening air PDAM setiap bulan, karena ini juga berpengaruh terhadap pemberian pelayanan, di samping itu jangan ada lagi oknum masyarakat yang menebang pohon sembarangan, merusak jaringan pipa PDAM atau hal lainnya yang merugikan PDAM dan pelanggan.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *