Bahlil: Tanpa Investor, Papua Tidak Bisa Maju Secara Masif

Bahlil Lahadalia (Takim/Cepos)

JAYAPURA – Usai dilantik Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja (Kunker) perdanaya ke Papua, pekan kemarin. Bahlil mengaku akan mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan kepala Dinas Se- Provinsi Papua untuk mengecek potensi Sumber Daya Aalam (SDA) Papua untuk melakukan infiltrasi atau terobosan investasi.

  “Pertumbuhan ekonomi Papua ini tidak bisa maju secara masif tanpa investasi,” ungkap  Bahlil Lahadalia saat menghadiri peresmian gedung KAHMI/HMI di Kotaraja, Sabtu (16/11).

  Lanjut Bahlil, pihaknya juga sudah meminta   Gubernur Papua segera melakukan konsolidasi terkait dengan power plan Mambramo, bahkan  Gubernur sudah ke Morowali untuk mengecek disana.

  Selain itu juga dalam kunjunganya tersebut, Bahlil mengakui laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua tidak bisa maju secara masif tanpa investasi. “Kalau ditanya tentang apa yang harus dilakukan ketika diberikan amanah menjadi pembantu Presiden di bidang investasi dan BKPM, saya ingin mengatakan bahwa hari ini kunjungan pertama pertama kali saya ke luar daerah adalah di Papua untuk mengecek bagaimana potensi sumber daya alam kita untuk bisa melakukan penetrasi investasi.

   Selain itu,    terkait Pariwisata diakuinya untuk tahap pertama 10 destinasi yang diprioritaskan oleh Presiden Indonesia, namun belum termasuk Papua. “Nanti 2021 mendatang sudah termasuk Papua yakni Raja empat, karena 2020 akan difokuskan di NTB, Jogja, Danau Toba, Mandalika dan yang lainya, saya harap kita bersabar karena kita akan lakukan step-by step,”jelasnya.

  Untuk melancarkan realisasi di bidang pariwisata, Bahlil mengatakan akan menantang kepala daerah untuk menyelesaikan persolan hak ulayat terlebih dahulu.“Jika Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota clear menyelesaikan hak ulayat baru tugas saya akan mendatangkan Investasi,”paparnya.

  Tapi lanjut Bahlil, ketika kita mau datangkan investor lalu dihadapkan dengan persolan hak ulayat, tentu tidak ada  investor yang mau.“Tapi pada intinya inilah yang merupakan tangung jawab kita bersama, saya tidak pernah mundur dengan hal itu, akan kita selesaikan dengan baik,”bebernya. (kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *