Anggota Jangan Coba Backup Penjualan Miras

AKBP. Dominggus Rumaropen. S.Sos. MM (Denny/ Cepos)

WAMENA – Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen menegaskan dan mengingatkan kepada anggota kepolisian yang ada di Polres Jayawijaya untuk berhenti dalam aktifitas backup -membackap penjualan miras di Jayawijaya dan penyakit masyarakat lainnya sebab apabila terungkap sanksinya akan berat dibandingkan dengan masyarakat sipil.

Kapolres Menegaskan, untuk memelihara masalah kantibmas di Jayawijaya ia peringatkan kepada para penjual miras untuk berhenti dengan aktifitas yang merusak, sementara untuk aparat Kepolisian yang masih sering melakukan aktifitas membekingi penjualan miras ini khususnya untuk miras pabrikan atau miras lokal industri rumahan seperti CT fermentasi balo berhenti.

“Saya ingatkan kepada anggota Polres Jayawijaya untuk tidak  melibatkan diri dalam dunia penyelundupan miras atau aktifitas bekingan karena memang ada sanksi yang disiapkan apabila terungkap nanti,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Sabtu,(16/11).

Artinya Kata Rumaropen, ia tekankan untuk internal di Jajaran Polres Jayawijaya jangan ada yang melakukan perlindungan terhadap aktifitas penjualan miras di Kota Wamena, ia juga mengucapkan terimakasi kepada warga Kota Wamena yang sering kali mendukung razia dengan memberikan informasi tempat penjualan miras,

Ia juga melihat jika, bagi warga yang berpikir positif untuk melaporkan kepada kepolisian tentang tempat penjualan miras ini merupakan tindakan yang  baik sekali, Ia yakin setiap ada tindak kejahatan pastinya ada warga yang melaporkan kepada Kepolisian seperti kejahatan menjual miras, termasuk siapa yang membeking itu.

Ia juga mengakui jika, setiap laporan yang masuk dari masyarakat pastinya akan ditindak lanjuti, apapun itu, banyak laporan penjualan miras dan anggota yang membackup sehingga nantinya Polres Jayawijaya akan menindak anggota Polres Jayawijaya yang terlibat dalam aksi -aksi semacam ini, karena sudah ada peraturan yang melarang anggotanya melakukan aksi backup penjualan miras.

“Saya tegaskan tak ada toleransi bagi anggota kami yang terlibat dalam aksi backup penjualan miras di Jayawijaya, kami akan proses sesuai dengan aturan yang berlaku dalam tubuh Korps Kepolisian,”bebernya. (jo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *