Abisai: Jelang 1 Desember, Jangan Pikir Hal-hal Lain!

Abisai Rollo SH (Takim/cepos)

JAYAPURA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan bahwa tidak ada hal yang lain di 1 Desember, untuk itu dirinya berharap kepada masyarakat tetap tenang aman, damai lebih khususnya dalam menyambut natal dan tahun baru.

“Saya minta untuk masyarakat Kota Jayapura agar tidak berpikir ke hal-hal yang lain jelang 1 Desember, tapi mari kita jaga bersama suasana hati yang damai, apalagi bulan Desember ini bulan yang suci bagi nasrani dalam menyambut natal dan juga tahun yang baru,”ujar Abisai kepada Cenderawasih Pos saat menghadiri peresmian kantor KAHMI/HMI di Kotaraja, Sabtu (16/11).

  Mantan Ketua DPRD Kota Jayapura tersebut meminta agar masyarakat tidak terlalu percaya isu-isu yang membuat seakan-akan ada yang perlu ditakutkan di bulan Desember nanti.

  “Saya harap kita jangan terlalu percaya isu hoax, apalagi ikut menyebarkannya, karena Desember nanti merupakan momen yang sangat berharga bagi umat yang menjalankan natal, untuk sebagai masyarakat cinta damai dan kebersamaan tinggi mari kita sambut hari natal dan tahun baru dengan suasana damai,”jelasnya.

  Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NKRI dan kita hanya mempunyai satu bendera yakni Merah Putih yang dibentang dari ombak putih-putih sampai gunung-gunung.

  “Kalo ingin memiliki dua bendera kita punya bendera Persipura saja, karena sudah terbukti membangun negara khususnya masyarakat Papua yang lain dari itu tidak ada,”tegasnya.

  Selain itu juga dengan baru terjadinya beberapa serangan teroris atau paham radikal yang melakukan bom bunuh diri di beberapa daerah luar Papua, Abisai meminta kepada aparat untuk bekerja ekstra agar hal tersebut tidak terjadi di Papua.

  “Saya minta pihak TNI/Polri di Papua, khususnya Kota Jayapura agar setiap daerah harus diperketat pengawasannya terutama pintu masuk dan keluarnya masyarakat,” ujarnya.

  Secara pribadi, dirinya menegaskan menolak keras terorisme, paham radikal dan hal-hal yang lainnya yang ingin masuk di Papua. (kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *