Keluarga Korban Penembakan Tuntut Rp 1,5 M

MEDIASI. Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek ketika melakukan mediasi kedua belah pihak di Lapangan Merah Putih, Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Kamis (14/11)

JAYAPURA- Sepekan kematian Yelimen Wandik yang ditembak oknum TNI di Jalan Giling Batu, Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara, Sabtu (9/11). Pihak keluarga menuntut oknum Anggota TNI membayar denda dengan hukum adat sebesar Rp 1,5 miliar

Penyelesaian kasus pembunuhan warga almarhum Yelimen Wandik oleh oknum TNI dengan keluarga korban  diatur secara mediasi dan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat dan TNI-Polri.

  Mediasi penyelesaian masalah pembunuhan itu berlangsung kurang lebih  2 jam di lapangan putih Karubaga, Kabupaten Tolikara Kamis (14/11).    

  Usai mendengar tuntutan pihak keluarga korban, Perwira Penghubung (Pabung) Kabupaten Tolikara dari Kodim 1702 Jayawijaya, Kapten PAL. Chrsitopurus Saroy menyatakan tuntutan tersebut akan diteruskan ke unsur  pimpinan TNI untuk ditindaklanjuti.

  Meski tak memberi kepastian waktu,  Kapten Pal. Christopurus Saroy berjanji setelah adanya tanggapan dari unsur pimpinan TNI terhadap tuntutan tersebut, sesegera mungkin akan disampaikan kepada pihak keluarga korban.

   Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek di hadapan puluhan keluarga almarhum Yelimen Wandik mengatakan, mediasi yang difaslitasi pihaknya itu agar permasalahan meninggalnya Yelimen Wandik tidak berlarut –larut, sebab yang dikhawatirkan masalah ini dapat menimbulkan permasalahan baru dan mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Tolikara.

    Dikatakan, pihak TNI dari Pangdam XVII/Cenderawasih sebelumnya telah menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki fakta-fakta di lapangan dan mencari tahu oknum anggota TNI yang melakukan penembakan yang menyebabkan Yelimen Wandik meninggal dunia.

“Untuk oknum anggota TNI yang diduga melakukan penembakan tersebut telah diamankan di kesatuannya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ucap Kapolsek sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos melalui Kabag Humas Tolikara, Jumat (15/11).

Sementara itu salah satu keluarga Almarhum Yelimen Wandik menyayangkan insiden tersebut, sebab penembakan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap warga sipil dinilai baru kali pertama terjadi di Kabupaten Tolikara.

“Sejatinya aparat keamanan TNI-Polri adalah senjata yang digunakan negara untuk melindungi warganya, namun senjata tersebut justru membunuh masyarakat itu sendiri,” tegasnya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *