Cetak Sawah Seluas 800 Hektar  di Merauke Tuntas

Asisten  Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Bhakti Agus Fadjari,  Wakil Bupati Merauke Sularso dan sejumlah pejabat yang hadir saat melakukan  penanaman perdana di  cetak sawah baru di Kampung Sumber Harapan, SP 3 Tanah Miring, Jumat (15/11). Di Kampung ini, seluas 150 sawah baru dicetak di Tahun 2019. (Sulo/Cepos)

Aster KASAD  Tanam Perdana di Cetak Sawah  Baru

MERAUKE- Asisten  Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Bhakti Agus Fadjari melakukan tanam  perdana  di atas  lahan  cetak sawah baru  di Kampung Sumber Harapan, SP 3 Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke, Jumat  (15/11).

Penanaman dilakukan dengan sistem gogo rancah  yakni dengan cara memasukan benih  padi  kedalam lubang   tanah kering.  Di  Kampung Sumber Harapan Makmur, telah dicetak  sawah  baru seluas 150 hektar dari total 800 hektar yang  dicetak di Tahun  2019 ini. Sementara  sisa dari cetak sawah tersebut  berada di sejumlah titik kampung seperti Kampung Kalili  yang luasnya 150 hektar juga dan kampung lainnya.  Selain  penanaman  padi, Aster Kasad  juga menyerahkan 2 mesin pengolahan sawah  dari Kementerian  Pertanian kepada  pemilik hak ulayat Kampung  Sumber Harapan dan Kampung Kaliki, Distrik Kurik-Merauke.

Kepada wartawan, Bhakti Agus Fadjari menjelaskan bahwa kedatangannya ke Merauke   untuk memastikan  bahwa  kegiatan  cetak sawah seluas 800 hektar  sudah selesai. ‘’Saya tadi mendapatkan  laporan dari Danrem dan tim bahwa semuanya sudah selesai dimana 600 hektar  sudah diserahkan ke Dinas Pertanian dan 200 hektar  sedang dalam penyelesaian dan pemeriksaan verifikasi. Sehingga  keinginan saya untuk melihat progress semuanya  sudah  dapat diselesaikan,’’ kata Aster Kasad  Bhakti Agus Fadjari.

Ia berharap dengan adanya cetak sawah ini  ditambah dengan  luas tambah tanam  dan kehadiran infrastruktur dapat meningkatkan produksi pertanian di  Merauke. ‘’Sekarang pun di Merauke luar biasa. Sudah ada stok 50.000  ton beras dan bisa juga dikirim dan diekespor keluar. Ini luar biasa ,’’ jelasnya. Sementara soal Babinsa yang selama  turut mendampingi  petani  di  Merauke, menurut Aster Kasad, Babinsa dengan PPL dan kelompok Gapoktan masih tetap  kerja sama dalam program peningkatan produksi ini. “Saya lihat hubungannya bagus dan  saling mengisi, di dinas, kementrian dan anggota kita dan masyarakat,’’ jelasnya.

Dijelaskan, meski Merauke saat ini sudah surplus  beras, namun  tanaman  lainnya seperti kedelai, jagung, kacang tanah dan sebagainya tetap  harus ditanam  untuk  keberagaman pangan di Merauke.

Kepala Dinas  Tanaman Pangan Holtikultura dan   Perkebunan Edy Santoso mengungkapkan, cetak sawah   kali ini  telah dilengkapi  dengan  saluran primer dan sekunder, sehingga    untuk  tahun depan  sudah dapat dimungkinkan untuk bisa tanam  2 kali setahun.  Hadir  pula penanaman perdana  ini adalah Wakil Bupati Merauke Sularso,  SE, Danrem  174/ATW Brigjen  TNI  R. Agus Abdurrauf, SIP, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, Ir.  Samuel Siriwa, perwakilan Kementerian Pertanian,  Dandim 1707/Merauke Letkol  Inf Eka Ganta Chandra, dan sejumlah perwira menengah jajaran Korem 174/ATW. (ulo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *