Komitmen Sudah Dibangun Sejak 10 tahun Lalu, Potensi SDA Papua Alasan Utama

(dari kanan) Pembantu Rektor IV, Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos. M.Sos didampingi Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, Dosen Fakultas MIPA Jurusan Biologi, Tri Gunadi dan Narasumber Lokakarya, Prof Dr Ir Slamet Budijanto, MAgr saat memberikan keterangan pers usai pembukaan Lokakarya yang berlangsung di Rektorat Uncen, Selasa (12/11). (Takim/Cepos)

Mengikuti Lokakarya Pendirian Fakultas Tehnologi Pertanian Uncen

Universitas Cenderawasih (Uncen) mengadakan Lokakarya dalam rangka wacana pembukaan Fakultas baru yakni, Fakultas Tehnologi Pertanian yang berlangsung di Rektorat Uncen, Selasa (12/11). Apa saja yang dibicarakan?

Laporan – Mustakim

Pembantu Rektor IV, Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos. M.Sos mengatakan bahwa dasar wacana pembukaan Fakultas teknologi pertanian yang pertama diakuinya bahwa sumber daya alam Papua yang sangat besar dan sangat potensial.

“SDA yang potensial ini kalau kita tidak garap secara profesional untuk pengembangan kemajuan sumber daya manusia melalui Fakultas teknologi pertanian yang rencana akan kita buka, maka kebutuhan kita di bidang pertanian akan terwujud, dengan memanfaatkan SDA yang melimpah tersebut,” ujar Fredrik ke awak saat jumpa pers usai Lokakarya yang berlangsung di Rektorat Uncen, Selasa (12/11).

Untuk itu jelas Fredrik, sekarang yang harus dipikirkan Bagaimana Fakultas Pertanian itu ada, dan  apakah nanti yang kita maksudkan adalah teknologi pertanian atau sebutan lainnya itu sudah menjadi kebutuhan yang sangat pokok yang juga harus ada di Papua. ” Komitmen ini memang kita bangun sudah 10 tahun yang lalu, bahkan diakademik sudah pernah dibahas atau didiskusikan,”jelasnya.

Jadi kata Fredrik, poin penting yang dibahas dalam Lokakarya tersebut selain diskusi ilmiah dalam kaitannya dengan hari ulang tahun Universitas Cendrawasih Dies Natalis uncen yang ke-57 tetapi juga mengambil satu langkah maju untuk mengingatkan kembali PR yang belum terwujud yakni pembukaan Fakultas teknologi pertanian  di Uncen.

“Setelah lokakarya ini kami akan secepatnya menyusun tim yang khusus untuk pembentukan fakultas dan biasanya ada rapat senat untuk memutuskan fakultas ini nantinya, dan usai keputusan tersebut dikeluarkan maka Tim akan bekerja untuk mempersiapkan semua yang berkaitan dengan banyak hal,”jelasnya.

Kata Fredrik, terkait rencana pembukaan Fakultas Tehnologi pertanian tersebut wilayah Keerom merupakan daerah yang sangat potensial untuk pengembangan pertanian di wilayah Papua.

“ini juga menjadi satu bagian penting dalam diskusi di hari ini, karena jika dilihat dari posisi strategis Keerom merupakan suatu wilayah yang aktivitas pertanianya juga sangat banyak , jadi bisa saja jika kita bangun di sana,”tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager yang juga hadir dalam Lokakarya wacana pembukaan Fakultas Tehnologi Pertanian tersebut mengatakan bahwa rencana pendirian fakultas teknologi pertanian di Wilayah Keerom tersebut merupkan hal yang sangat baik dan akan memberikan dampak terhadap masyarakat nantinya.

“Pertama pemerintah berkewajiban untuk memberi dukungan kepada semua lembaga pendidikan di Papua tidak hanya Uncen, dan ini merupakan salah satu tugas pemerintah dalam mencerdaskan sekaligus mengakomodir kebutuhan masyarakat bangsa Indonesia yang ada di tanah Papua khususnya,”ujar Gusbager ke awak meia.

Kata Gusbager, kita menyadari bahwa potensi wilayah Kabupaten Keerom itu pertanian menjadi sektor leading sektor atau sektor unggulan sehingga kita tahu bahwa pertanian ini adalah sektor teknik yang membutuhkan ilmu khusus dalam hal ini tidak bisa mengandalakan metode pertanian tradisional saja.

“Tugas pemerintah Kabupaten Keerom hari ini mendukung penuh pembukaan fakultas pertanian tersebut yasng nantinya akan akan meninkatkan kualitas atau pengetahuan masyarajat khususnya para petani apalagi dalam menjawab tantanagna di era teknologi industri 4,0 ini sudah menjadi suatu keharusan,”bebernya.

Lanjut Gusbager, untuk itu dirinya melihat Uncen ini dalam sebuah tatanan salah satu Universitas terdepan yang ada di tanah Papua yang melahirkan banyak sekali kader-kader sumber daya manusia yang berkualitas dan cerdas dan tidak ada salahnya untuk pemerintah memberi dukungan untuk satu tujuan yaitu majunya pertanian di tanah Papua khusus di Kabupaten Keerom.

“tanah yang akan dibagun untuk fakultas Tehnologi Pertanian tersebut merupakan milik masyarakat diwilayah Arso Timur, kami pemerintah hanya mendukung penuh atas niat baik masyarakat tersebut an kehadiran fakultas pertanian,”paparnya.

Pemerintah Kabupaten Keerom siap memberi dukungan tidak hanya kepada hujan Ingat tidak hanya kepada hujan tapi kalau hari ini hujan memulai sesuatu kami wajib untuk pembangunan pertanian di karena apa yang terhadap ekonomi daerah itu real itu real jadi kita tidak bisa pantai

“apalagi di Kabupaten Keerom 60% aktivitas manusia bergerak dalam bidang pertanian sehingga kami pasti memberi dukungan apa yang bisa kami dukung sesuai dengan kami punya potensi yanag,”tuturnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *