Empat Hiburan di Wanam Dilokalisir 

MERAUKE-Jika  selama ini tempat  hiburan malam  di  Wanam, Distrik  Ilyawab berada di sekitar pemukiman warga, maka sejak    tahun 2019 ini dipindahkan  ke lokasi    khusus yang  sedikit  jauh dari pemukiman masyarakat.

 

Theofilus B. Yolmen, S.STP (Sulo/Cepos)

Kepala Distrik Ilwayab Theofilus B. Yolmen, S.STP, menjawab pertanyaan  media ini mengungkapkan bahwa   tempat   hiburan  tersebut  telah dilokalisir  sekitar 300 meter dari pemukiman masyarakat.

  “Tahun 2019  ini, untuk tempat hiburan malam di Wanam sudah kita  lokalisir dan pindahkan sekitar 300 meter dari pemukiman  warga.  Dari 300 meter itu,  dibatasi sekitar  100 meter   hutan lindung   yang tidak boleh masyarakat dekati tempat hiburan itu,’’   kata Theofilus Yolmen  kepada wartawan di Merauke, Selasa  (12/11).

   Sebelumnya, kata Theofilus, sebanyak  4 tempat hiburan  berada di tengah-tengah   pemukiman masyarakat.  Sehingga  sangat meresahkan  masyarakat. Sebab, tempat hiburan ini  menyediakan layanan  plus-plus   bagi para  lelaki hidung belang.

  Bahkan,    pada tahun 2017 lalu,   atas desakan masyarakat, Kepala Distrik  Ilwayab bersama aparat setempat sempat menutup  tempat  hiburan  yang ada di  Wanam  tersebut.    Namun  karena  pergerakan mereka sulit dipantau  oleh  aparat distrik, sehingga   pemerintah distrik menglokalisir  dengan memindahkan  tempat hiburan di lokalisasi tersebut.

  Kepala Distrik   Theofilus menjelaskan bahwa  setiap  bulannya  ada pelayanan  dari puskesmas yang ada di Wanam tersebut melakukan pemeriksaan    untuk para  penghuni lokalisasi   tersebut. Namun  Kepala Distrik Ilwayab Theofilus Yolmen membantah  jika ada warganya mendekati  lokalisasi tersebut. Menurutnya, yang  datang  ke tempat   tersebut adalah para nelayan   yang melakukan penangkapan ikan di sekitar  Wanam.

  ‘’Karena mereka jauh dari keluarganya, sehingga ketika  turun ke darat, pada ABK inilah yang  ke lokalisasi itu,” jelasnya.

    Meski  belum memiliki  data pasti, Theofilus mengaku jika jumlah PSK yang ada di  Wanam tersebut sudah berkurang. Ini karena menurutnya   sebagian sudah pulang.   Sekadar diketahui, sejak keberadaan PT Dwi Karya, perusahaan   penangkap ikan asal Thiongkok, banyak PSK   yang didatangkan  ke Wanam. Ini karena   jumlah  ABK   kapal mencapai ribuan orang. Namun perusahaan ini sudah ditutup sejak Menteri  Susi Pudjiastuti.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *