Mabuk Buat Onar, Warga Sipil Tewas Ditembak

JAYAPURA-Seorang warga kampung Longgo Boma Distrik Liannogoma, Kabupaten Tolikara bernama Yalimen Wandik (27) tewas ditembak aparat keamanan di Jalan Giling Batu, Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara, Sabtu (9/11).

Kadis Kominfo, Kabupaten Tolikara, Darwes Yikwa membenarkan kejadian tersebut. Dimana pasca kejadian penembakan itu situasi Tolikara secara keseluruhan kondusif. Hanya saja, masyarakat masih merasa ketakutan untuk keluar terutama yang ada di Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara.

“Situasi sudah aman, hanya saja masyarakat di sekitar Karubaga takut keluar rumah. Masyarakat juga sementara marah,” ucapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Minggu (10/11).

Aparat keamanan kata Darwes sedang melakukan patroli dan berjaga-jaga, sementara korban yang meninggal sudah dibakar oleh pihak keluarga.

Dari data yang diterima Cenderawasih Pos, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh anggota gabungan TNI-Polri. Berawal dari  korban yang telah dipengaruhi minuman keras (Miras) melakukan pengancaman dengan parang terhadap pemilik toko dan warung yang berada di sekitar Jalan Giling Batu.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, Danpos Satgas Maleo dan anggota Polres menuju TKP. Saat berada di TKP aparat keamanan memberikan arahan kepada warga yang mabuk namun hal itu tidak terima. Warga yang dipengaruhi Miras tersebut  kemudian membacok salah satu anggota satgas Maleo bernama Praka Supri yang mengenai pelipis kanan.

Karena terjadi pembacokan, maka anggota TNI-Polri mengeluarkan tembakan untuk membubarkan warga yg mabuk. Korban dan dua orang temannya melarikan diri turun ke jurang di Jalan Giling Batu kemudian dikejar oleh aparat dan melepaskan tembakan yang mengakibatkan korban Yalimen Wandik terkena tembakan kemudian dilarikan ke rumah sakit hingga  dinyatakan tewas.

Secara terpisah, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan terkait insiden penembakan tersebut, Kodam telah memberangkatkan tim guna melakukan investigasi. Tim ini nantinya untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya.

“Terkait berapa hari tim berada di lokasi kami juga belum tahu, yang jelas tim ini akan bekerja melakukan investigasi guna mengetahui penyebab kejadian pastinya di lapangan,” ucap Eko saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (10/11).

Ia menuturkan, saat insiden terjadi pelaku dan empat orang rekannya yang dipengaruhi minuman keras dalam kondisi mabuk. Mereka melakukan pengancaman, penyerangan dan pengrusakan terhadap toko dan kios milik Asok (48) yang berada di Jalan Giling Batu Distrik Karubaga Tolikara menggunakan senjata tajam parang dan batu.

Anggota TNI yang saat kejadian sedang melintas berusaha menyelamatkan dan mengamankan pemilik kios namun mendapatkan aksi penyerangan juga. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, anggota gabungan Satgas TNI dan Polres Tolikara menuju tempat dimana pelaku bersama rekannya melakukan pesta minuman keras dan melakukan aksi pengrusakan dan pengancaman terhadap milik kios/toko dengan menggunakan senjata tajam parang dan batu.

Setiba di tempat tersebut, anggota TNI bersama Polres Tolikara memberikan arahan kepada warga yang mabuk. Namun mereka tidak terima kemudian dengan menggunakan parang menyerang dan melawan aparat gabungan.

“Karena terjadi penyerangan dan pengancaman maka anggota gabungan TNI-Polri mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan warga yang mabuk. Korban dan dua orang temannya melarikan diri turun ke jurang dan arah sungai di jalan Giling Batu kemudian dikejar oleh aparat sambil diberikan tembakan peringatan. Sebagian pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan dengan terus mengancam dan menyerang aparat gabungan dengan menggunakan parang dan batu,” jelasnya.

Ditambahkan, aparat melepaskan tembakan peringatan kembali agar tidak melarikan diri dan menyerang aparat Gabungan yang akhirnya mengakibatkan korban Yalimen Wandik terkena tembakan yang kemudian sempat dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Korban akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

“Salah satu rekan pelaku atas nama Yakoka Wandik diamankan di Polres guna diambil keterangan dan pengusutan lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam insiden tersebut diketahui seorang anggota TNI mengalami luka memar dibagian pelipis mata kanan dan selanjutnya kasus tersebut sementara ditangani dan didalami oleh Polres setempat. Kodam XVII/Cenderawasih bersama Polda Papua akan melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut dengan menurunkan Tim Investigasi Gabungan. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *