Aspirasi DOB Dipastikan Akan Tetap Dibahas

Boy Markus Dawir (Gamel Cepos)

JAYAPURA–Mencuatnya sejumlah aspirasi pemekaran provinsi di Papua hingga kini terus menggelinding. Yang terakhir adalah diantaranya berkas aspirasi pemekaran Provinsi Papua Tabi yang disampaikan ke DPR Papua.

Banyak pendapat pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB), ada yang mengatakan untuk kepentingan para elit dan kelompok tertentu namun ada juga yang memberikan dukungan dengan mengatakan  lampu hijau sudah diberikan pemerintah pusat sehingga peluang untuk memekarkan provinsi tak bisa dibendung lagi.

Hanya saja bagi lembaga DPRP aspirasi ini masih disikapi. Tak ada yang terlalu spesial dari dorongan DOB tersebut.  “Secara lembaga kami pikir DPRP tidak tahu adanya aspirasi ini,  sebab memang tidak dilibatkan. Belum tahu jika ada yang menerima,” kata Wakil Ketua Komisi  IV DPR Papua, Boy Dawir, Kamis (7/11). Namun Boy melihat beberapa pekan terakhir aspirasi DOB memang terus menguat. Hanya saja ia menyebut kebanyakan aspirasi ini justru lahir dari inisiatif para bupati dan wali kota yang rata-rata sudah 2 periode.

“Kalau bicara politis kami pikir itu biasa. Karena sudah dua periode makanya mendorong sesuatu yang baru,” sindir Boy. Dan bila akhirnya ada yang membawa persoalan DOB ke DPRP, Boy menyebut bahwa aspirasinya dipastikan akan tetap dibahas, hanya saja yang menjadi soal adalah fraksi mana yang akan mengawal. Sebab belum tentu semua fraksi setuju dan ini perjuangan berat.

Sementara Sekretaris Komisi I DPRP, Tan Wie Long menyampaikan bahwa bila ada yang sudah diterima secara resmi maka Komisi I akan tetap menjalankan tugas untuk membahas.  “Komisi 1 terlibat dalam penelitian dan uji berkas sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Hanya saja hingga kini DPRP belum menerima secara resmi  aspirasi tersebut sehingga tak ada pembahasan  dan DPRP juga belum ada alat kelengkapan dewan mapun  pimpinan definitif,” singkatnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *