Pemulihan Bangunan yang Rusak Masih Dikoordinasikan

Kunjungan Presiden RI ke Pasar Wouma beberapa waktu lalu (Denny/Cepos)

WAMENA–Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Papua masih terus melakukan koordinasi untuk membangun atau merehabilitasi bangunan yang rusak akibat kerusuhan di Wamena September lalu, seperti kampus STISIP Yapis dan beberapa ruko lainnya di Wamena.

   Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Papua Cornelis Sagrim mengaku pihaknya  sedang melakukan koordinasi untuk penanganan pembangunan gedung kampus dan beberapa  ruko

  “Yang sudah kami lakukan adalah perbaikan Pasar Wouma yang dilakukan kerjasama dengan TNI dan gedung pemerintahan termasuk salah satu perguruan tinggi swasta ini yang masih kita koordinasikan bagaimana proses penanganannya.”ungkapnya Rabu (6/11) kemarin.

   Menurut Sagrim, sesuai perintah presiden waktu yang diberikan untuk perbaikan Pasar Wouma 2 minggu sudah harus selesai dan sepertinya sudah mau selesai termasuk di dalamnya ruko-ruko yang dibenahi sehingga tinggal tampilan luar saja yang akan dikerjakan untuk menghilangkan trauma atau bekas kebakaran.

   Direktorat Jenderal Perumahan PUPR Supriyono  mengakui untuk penanganan rumah  masyarakat terdampak konflik ini khususnya untuk Kota Wamena ada dua program yang dilakukan dan diharapkan  mudah-mudahan terselesaikan tahun ini.

  “Sementara untuk rumah,  data kami 124 unit, tahun ini akan dibangun 80 unit dulu. Progres untuk rumah khusus tahun ini kami akan dibantu dari teman-teman Kementerian Pertahanan.”bebernya

  Progresnya, kata Supriono, kemarin menteri telah melakukan MoU menteri PUPR dengan Pertahanan dan   sudah  ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama.“Nanti untuk pembangunan 80 unit ini kita akan kerjasama dengan zeni AD untuk progress memang kami sedang menyusun perjanjian kerjasama.”katanya

    Bupati Jayawijaya  Jhon Richard Banua mengatakan  dari hasil rapat  dengan orang PUPR di Polres disampaikan bahwa yang sudah ditetapkan pembangunan 200 unit rumah dan 200 unit rumah terdampak. Tapi yang disampaikan cuma 80 tapi data yang masuk lagi 184, Ini perlu dijelaskan jangan beda pendapat dengan apa yang disampaikan presiden

  “Saya lihat ini belum sinkron karena terakhir rapat itu dikatakan 200 dan 200 untuk rumah berdampak, tetapi yang disampaikan hanya 80 dan kemudian ada data baru 184 ini perlu kita dijelaskan lagi mana yang pastinya,”tutur Bupati. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *