Kegigihan Juru Parkir, yang Kerap Dicurigai Sebagai Bagian dari Kelompok Pencurian

Yakob saat mengatur kendaraan yang parkir di depan SIP, Rabu (6/11). Semangat Yakob yang tak pernah luntur menjadi juru parkir (Elfira/Cepos)

Selalu Sarankan Jangan Tinggalkan Barang Berharga di Jok  Motor

Peribahasa Tak makan nangka tapi kena getahnya, begitulah juru parkir resmi yang biasa beroperasi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Sagu Indah Plasa, Bagaimana usaha mereka agar tak selalu dicurigai ataupun dicap negatif?

Laporan-Elfira

Ya Siang, di bawah teriknya panas matahari yang cukup menyengat. Yakob meniup peluit sembari mengarahkan mobil untuk parkir yang benar di lokasi parkiran depan Sagu Indah Plaza (SIP) yang terletak di Jalan Ahmad Yani.

Memakai kacamata antisilau serta berpakaian orens disertai topi, pria 44 tahun itu menjalani rutinitas tersebut dengan penuh semangat. Bahkan, sesekali ia tersenyum saat menyodorkan karcis kepada pengendara usai parkir.

Ayah dari 7 anak itu menjadi juru parkir sejak tahun 2001, tetap senang hati menjalani pekerjaannya itu. “Datangnya sejak pukul 08.00 WIT, nanti pulang sekira pukul 16.00 WIT. Begitu terus setiap harinya jika tidak ada kendala,” ucapnya sambil mengamati sepeda motor dan mobil yang parkir di lokasinya.

  “Sudah sering barang-barang pengendara itu hilang diambil orang lain, nanti marahnya ke kami. Ya mau bagaimana lagi, resiko jadi tukang parkir. Hanya ini pekerjaan saya,” tuturnya, sedang tangannya memegang karcis bertuliskan karcis parkir pemerintah kota Jayapura Badan Pendapatan Daerah.

Anehnya, yang kehilangan barang saat memarkirkan kendaraannya kata Yakob bukan hanya masyarakat biasa. Melainkan juga aparat, jika ia melihat yang mengambil barang maka Yakob langsung menegur.

Sejak kejadian aksi pencurian di depan SIP yang sempat viral dua pekan lalu membuat masyarakat menilai ada peran tukang parkir dalam memuluskan aksi pencuri.   “Ya, Kalau saya lihat langsung saya tegur, sebab mereka yang berbuat kami yang kena imbasnya. Namun namanya juga anak-anak, sering diingatkan namun sama saja,” keluhnya.

Pria 44 tahun itu tak memungkiri kekesalannya terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu, yang kerap memanfaatkan moment menjadi tukang parkir di SIP ketika dirinya sudah kembali ke rumah.

Oknum-oknum inilah yang kerap berbuat tidak baik terhadap pengendara yang memarkirkan kendaraan mereka di depan SIP . “Biasanya oknum-oknum tukang parkir ini datangnya sore hari, ketika saya sudah kembali ke rumah. Termasuk kemarin yang Viral terekam CCTV, itu saya tidak  ada di lokasi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi barang-barang pengemudi agar tidak hilang saat parkir, Yakob kerap mengingatkan agar pengendara membawa barang berharganya. Ia juga meminta agar pihak keamanan bisa mengamankan orang-orang yang kerap meresahkan pengendara yang sedang parkir di depan SIP.

Sementara itu, Mato  salah satu karyawan toko mengaku parkiran SIP rawan penjambretan. Malah belum lama ini ada orang yang kehilangan dompet dalam tas, belum lagi video viral bergaya ala tukang parkir dengan mendorong sepeda motor namun kenyataannya justru membuka ransel pengendara motor dari belakang. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *