Di Biak, Komplotan Pencuri Gereja Terungkap

Tersangka FW (kiri) bersama dengan penyidik ketika memperlihatkan BB yang telah diamankan di kantor polisi. (Fiktor/Cepos)

1 Berhasil Ditangkap, 3 Masih Buron

BIAK-Modus pencurian di tempat ibadah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Biak Numfor, kali ini adalah gereja di wilayah Biak Timur dan Oridek menjadi sasaran pencurian. Adapun keempat gereja yang dilaporkan kehilangan uang tunai dan barang-barang berharga lainnya adalah Gereja Karmel Bosnik, Gereja Pniel Opiaref, Gereja Bethesda Sundey dan Gereja Pengharapan Sepse.

  Dari hasil pengembangan penyelidikan polisi, akibat kejadian pencurian itu maka keempat gereja itu mengalami kerugian tidak kurang dari Rp 150 juta. Dari hasil penyelidikan juga  terungkap kalau kasus pencurian di empat gereja itu dilakukan secara matang, terencana dan dengan waktu yang berbeda. Sebelumnya melakukan aksinya, komplotan pencuri itu ternyata sudah membagi tugas dengan melakukan survei, termasuk mengambil gambar gereja (foto) dan siapa-siapa yang akan masuk dalam gereja.

  Polisi juga telah mengamankan satu dari keempat pelaku, yakni FW (21). FW sendiri di tangkap di wilayah Biak Timur setelah polisi melakukan pengembangan penyelidikan. Sedangkan  DK, DA dan DS masih dinyatakan buron.

  “Pelakunya satu kami sudah tangkap, tiga masih buron. Dan barang bukti juga sudah ada sebagian telah diamankan,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP  Mada Indra Laksanta, S.IK.,M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Jefri Tambunan, S.IK,SH, kemarin.

  Menurutnya, pencurian yang dilakukan oleh para tersangka tidak dilakukan sekaligus, namun  secara bergantian di empat gereja. Sebelum melakukan aksinya, tersangka atas nama FW memantau beberapa gereja yang akan dijadikan sasaran menjalankan aksinya, bahkan memotret gereja itu, setelah itu menghubungi temannya.

  Dalam menjalankan aksinya, mereka sudah membagi tugas dengan matang. Dua tersangka yakni FW dan DK beraksi  dengan cara masuk ke dalam gereja, mereka mencungkil jendela dengan menggunakan obeng lalu masuk dan mengambil barang atau uang, sementara dua lainnya yakni DA dan DS bertugas di luar gereja memantau situasi.

  Selanjutnya, tersangka menyewa mobil dan digunakan untuk mengangkut barang curian lalu di jual di kota, setelah dijual hasilnya dibagi-bagi. “Jadi karena barang-barang yang diambil banyak, maka mereka menyewa mobil lalu menjualnya di kota,” kata Kasat Reskrim.

   Adapun uang tunai dan barang bukti lainnya diantaranya di Gereja Karmel Bosnik berhasil diambil 1 Unit Keyboard  merk Yamaha wana hitam dengan kurugian Rp. 19.700.000. sementara di  Gereja Pniel Opiaref uang tunai yang dibawa sebesar Rp. 15.543.000. Selain uang, para pencuri  juga mengasak satu  Sound Sistem, satu Kamera Nikon ukuran besar, satu   Kamera Nikon Kecil, satu   Handycam, satu buah Adaptor dan satu buah infokus.

   “Kalau di Gereja Pniel Opieref jika dihitung-hitung, maka kerugian yang dialami akibat kecurian di Gereja Pniel Opiref mencapai Rp. 106.543.3000,” tandasnya.

   Sedangkan di Gereja Bethesda Sundey, dilaporkan kehilangan satu buah keyboard merk Yamaha dengan kerugian Rp. 19.700.000, dan di  Gereja Pengharapan Sepsep Samares uang tunai sebesar Rp. 3.000.000. (itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *