Transportasi ke Kampung -Kampung Terhambat

Bus dan angkutan umum yang terbakar di Kantor Perhubungan Jayawijaya, akibat kerusuhan beberapa waktu lalu. (Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayawijaya Pardomuan Harahap  mengungkapkan bahwa akibat kerusuhan 23 September lalu, 12 unit bus Pemkab Jayawijay hangus terbakar. Selain itu, ada dua unit angkutan pedesaan dua, 1 mobil patroli Ranger 1 juga ikut terbakar. Total jumlah armada yang terbakar 15 unit.

  “Kami bersyukur masih ada satu unit angkutan pedesaan kemarin yang tidak terbakar karena dia trayek Distrik Wadangku, sehingga ketika kejadian dia di Wadangku, terus kendaraan itu sekarang di Distrik Wosilimo,”ungkapnya Selasa (5/11) kemarin.

  Menurut Pardomuan, pihaknya telah memerintahkan kepala bidang untuk menggeser kendaraan tersebut ke kantor di Wamena. “Kita tekankan sesuai dengan janji bupati, kendaraan itu khusus diperuntukan layanan trayek Wadangku sehingga kalau memang ada sedikit kerusakan sebaiknya kita harus langsung memperbaiki, jangan membuat mayarakat kesulitan dengan angkutan umum lagi.”bebernya

   Pardomuoan mengaku menyesalkan kejadian kerusuhan kemarin,  karena selama ini kendaraan yang ada, lebih banyak digunakan untuk membantu masyarakat seperti kegiatan gereja maupun duka. Namun saat ini semua kesulitan transportasi sekarang ini.

  “Kita tak bisa lagi membantu masyarakat, khususnya untuk angkutan pedesaan, dan acara –acara gereja, maupun duka karena armada angkutan pedesaan kita juga banyak yang dibakar,”ujarnya

   Ia juga menambahkan setelah armada angkutan pedesaan ini terbakar, pemerintah juga kesulitan membantu masyarakat untuk bisa mengangkut hasil kebunnya untuk berjualan di Kota, ini juga menghambat perekonomian masyarakat yang berada di kampung –kampung.

  “Kami tak bisa berbuat banyak untuk masyarakat di kampung saat ini, kondisi kami sangat terbatas. Kami juga berharap pihak swasta yang memiliki kendaraan yang masih beroperasi menjadi angkutan umum bisa membantu untuk mengangkut masyarakat dari kampung untuk menjual hasil kebunnya di Kota seperti sedia kala,”tambah Pardomuan (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *