2020 UMK Jayapura Diprediksi Naik Jadi Rp3,6 juta

I Nyoman Sucipta (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, I Nyoman Sucipta mengatakan tahun 2022 mendarang, Upah minimum Kabupaten (UMK) Jayapura diprediksi akan naik hingga mencapai Rp3,6 juta.

“Itu sudah sesuai ketentuan secara nasional. Tahun ini dari pusat sudah tetapkan upah minimum naik sekitar 8, sekian persen,” kata Nyoman Sucipta saat ditemui media ini di Sentani, Senin (4/11).

Sehubungan dengan itu kata dia, Provinsi Papua sudah menetapkan besaran UMP 2020 sekitar 3,5 juta rupiah. Dengan begitu Upah Minimum Kabupaten Jayapura akan naik menjadi 3,6 juta Rupiah per bulan.

“Sesuai ketentuan tidak boleh kita tetapkan di bawah UMP,” jelasnya.

Dia menambahkan untuk membahas Upah Minimum Kabupaten Jayapura itu akan melibatkan dewan pengupahan dan asosiasi pengusaha yang ada di Kabupaten Jayapura. Dia mengatakan sejauh ini baru ada penetapan besaran UMP namun untuk surat edarannya belum diterbitkan. Sehingga rapat koordinasi untuk penetapan UMK itu menunggu keputusan dari provinsi Papua.

“Kita akan rapat sekitar pertengahan November atau akhir November sehingga awal tahun 2020 sudah bisa diterapkan,” bebernya.

Pihaknya pun mengapresiasi sejumlah perusahaan besar yang ada di Kabupaten Jayapura yang sudah mampu menerapkan UMK Sesuai dengan keputusan bersama. Namun dia juga tak menampik sejauh ini masih ada sejumlah perusahaan dan pengusaha yang belum sanggup menggaji karyawan sesuai dengan UMK tersebut.

“Kalau di Kabupaten Jayapura yang taat itu perusahaan yang begerak dibidang perkebunan,”ucapnya menjelaskan. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *