Over Kuota, Penyaluran Solar Subsidi Diperketat

Pengisian BBM jenis solar yang dilakukan truk di SPBU Kotaraja, Sabtu (2/11) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait dengan  terjadinya over kuota realisasi dibandingkan dengan kuota 1 Januari hingga 30 September 2019 sebesar 19.5% untuk Kabupaten Jayapura dan 31.1% untuk wilayah Kota Jayapura,  diperlukan pengendalian dan pengawasan dari berbagai pihak agar BBM Solar Subsidi dapat cukup hingga akhir tahun 2019.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua PT Pertamina (Persero), Brasto Galih Nugroho mengatakan,  untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM solar subsidi tidak tepat sasaran dan over kuota solar subsidi, penyaluran solar subsidi diperketat mengingat solar Subsidi adalah JBT (Jenis BBM Tertentu).

“Meski demikian kami pastikan stok bio solar di Kota dan Kab. Jayapura akan senantiasa dipasokan dari Terminal BBM Jayapura,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

Selain memastikan keamanan stok bio solar, pihaknya juga menyedikan  Dexlite sebagai varian BBM kendaraan bermesin diesel dengan kualitas tinggi di Jayapura, Papua.

“Dexlite dengan Spesifikasi Cetane Number 51 sehingga lebih berkualitas dari jenis solar subsidi. Dengan Cetane Number di atas Solar (48), kendaraan dapat menjadi lebih irit, mesin lebih bertenaga, dan lebih ramah lingkungan dan  kandungan sulfur Dexlite jauh lebih rendah dari solar subdisi “, terangnya.

Lanjutnya, Dexlite di Jayapura telah tersedia di 7 SPBU, yaitu di SPBU Entrop, Tanah Hitam, Kotaraja, Waena Expo, Abepura Padang Bulan, Sentani, Doyo Sentani. Dalam waktu dekat, SPBU Nagoya juga akan menyalurkan Dexlite. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *