Bawa 7 Bungkus Sabu, Seorang Pemuda Dibekuk Polisi

Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Ipda Ismunandar , S.Tr.K saat memperlihatkan pelaku Pengguna dan pengedar Sabu DUH dan barang bukti sabu dalam jumpa Pers.  Denny/Cepos

WAMENA- Sat Narkoba Polres Jayawijaya berhasil meringkus seorang pengguna dan pengedar narkoba di wilayah Jayawijaya dengan inisial DUH (29) tepatnya di sebuah kos-kosan di Yosudarso Wamena bersama barang bukti 7 paket sabu senilai 3,5 gram, 1 buah bong (alat hisap), jarum suntik yang diamankan di Polres Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya AKBP.Tonny Ananda Swadaya saat dikonfirmasi dalam jumpa pers di Polres Jayawijaya, membenarkan adanya penangkapan tersebut, dimana pelaku telah telah menjadi incaran kepolisian selama sebulan, dan telah dapat dipastikan ia sebagai pelaku langsung dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan.

“ Saya yakin masih ada pelaku lain yang bekerja sama dengan DUH untuk menggunakan Narkoba dan mengedar baik di Jayawijaya maupun di kabupaten pemekaran lainnya,”ungkapnya Selasa (29/7) kemarin.

Tonny Ananda menyebutkan selama ini jajaran Polres Jayawijaya terus berupaya untuk mencari agen-agen narkoba di Jayawijaya, namun sekarang sudah ada titik terang setelah ditangkapnya DUH bersama barang bukti 7 bungkus kecil narkoba jenis sabu.

“Pelaku tak berkut ketika aparat menemukan sabu yang disembunyikann dalam sebuah dompet kecil yang diedarkan satu pelastik kecil dijual dengan harga Rp. 4 juta ,”katanya

Ia menegaskan barang haram ini sudah mulai beredar di Jayawijaya sehingga kepolisian harus mewaspadai dan menindak lanjuti dan pihaknya selalu melakukan pengintaian untuk para pelaku sabu ini karena sangat membahayakan sampai masuk ke sekolah atau kampus bahkan dilingkungan masyarakat.

“Saya peringatkan kepada warga yang masih betmain -main dengan narkoba , saya akan tindak tegas dan terukur , saya sudah perintahkan anggota untuk tembak di tempat bagi para pelaku narkoba,”tegas Kapolres.

Sementara itu Kasat Narkoba polres Jayawijaya Ipda. Ismunandar mengaku jika pengintaian yang dilakukan ini selama sebulan, cuma karena kasus sabu ini ia tak bisa semena -mena menangkap karena barang bukti ada pada pelaku, sehingga perlu dilakukan tindakan pembuntutan terlebih dahulu.

“ sebrlum ditangkap kita melakukan pembuntutan pelaku dan pada saat pelaku lengah langsung kita tangkap dan tak berkutik ketikan kita mendapaykan barang bukti sabu di kos-kosannya,”bebernya.

Untuk pasal yang ditetapkan, lanjut kasat natkoba polres Jayawijaya, pasal 112 ayat (1) Subsidaer pasal 127 ayat (1) huruf a undang -undang nomir 35 tahun 2008 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar. (jo/luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *