Akan Diupayakan Jadi Program Rutin, Putra Putri Papua untuk Kerja di 51 BUMN

 

JAYAPURA – Pembantu rektor III Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Yonathan K Wororomi, S.Si.,M.Si mengatakan bahwa Uncen masih diberi kepercayaan dalam melaksanakan program perekrutan bersama BUMN tahun 2019 Goes to Papua dan Papua Barat.

Dia menyebut perekrutan bersama BUMN ini telah dilakukan 3 tahun berturut-turut di Indonesia dan kali ini juga Uncen kembali dipercaya untuk melaksanakan program tersebut.

Kata Wororomi, program tersebut merupakan kerja sama antara kementerian BUMN dan juga forum Human Capital Indonesia (HCI). “Kami dari Carier Development Center (CBC) langsung menyambut hal ini sebagai suatu kesempatan baik bagi alumni Uncen maupun universitas negeri lainya di Papua yang berorientasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun bidang lainnya,”kata Purek III Uncen.

Katanya, kali ini Papua melalui Uncen diberi kesempatan oleh kementerian BUMN, dimana dari 51 BUMN yang ada di Indonesia saat ini hadir untuk menerima/mengakomodir Putra putri Orang Asli Papua (OAP).”Yang dibutuhkan dalam program BUMN kali ini 1000 orang namun yang sudah terdaftar kurang lebih 2.500 peserta,”jelasnya.

Diakuinya juga bahwa pembukaan pendaftaran program BUMN tersebut sudah dilakukan satu bulan yang lalu melalui website dan HCI membuka secara online.”Selain dua pendaftaran yang dilakukan secara online tersebut, hari ini Selasa (29/10) kami juga membuka pendaftaran secara offline yang berlangsung di Gedung LPPM Kampus Uncen Waena, dengan harapan bisa menjangkau lebih banyak calon peserta,”tuturnya.

Dimana setelah pendaftaran dilakukan 29 Oktober akan dilanjutkan dengan proses seleksi 30-31 Oktober yang dilakukan dua tempat terpisah di Papua dan Papua barat. Diman untuk Papua akan dilakukan di uncen sedangkan di Papua Barat akan dilakukan di Universitas Negeri Papua (UNIPA).

Katanya tindak lanjut dari program yang diselenggarakan oleh BUMN tersebut diharapkan kedepannya bisa menjadi program rutin guna untuk mengakomodir para alumni perguruan tinggi baik di Papua maupun di luar Papua khususnya OAP.

Baginya program tersebut harus direspon sebagai bagian dari langkah atau upaya yang diambil oleh Uncen supaya bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi putra putri Papua untuk bisa bekerja di seluruh BUMN.(kim/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *