Dua Sosok Pemuda Kreatif Bicara Makna Hari Sumpah Pemuda

Elfira/Cepos

Billy Mambrasar  dan Fredy

Bangun Tanah Papua dengan Karya dan Bakat, Bukan Sekadar Menuntut

Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah menuju kemerdekan Indonesia, dimana para pemuda ketika itu berikrar bahwa satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Kini 98 tahun setelah 28 Oktober 1928, para pemuda Papua memiliki tantangan yang semakin kompleks, bagaimana menyikapinya?

Laporan- Elfira

Selamat Hari Sumpah Pemuda, ucapan tersebut dilontarkan dua pemuda yang satunya bernama Fredy asal Makassar namun lahir besar di Jayapura alumni SMKN 3 Kotaraja yang saat ini sibuk dengan Inovasi Kreatif Honay Digital dan pemuda asal Serui Gracia Billy Mambrasar, ST, MSc, MBA selaku Direktur utama PT. Papua Muda Inspiratif.

Di Moment Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Senin (28/10) hari ini, Billy berharap bahwa pemuda dan pemudi Papua dapat bersumpah dan berjanji untuk ikut membangun tanah Papua dengan cara bukan sekedar hanya menuntut dan meminta saja melainkan juga ikut berkarya.

Pemuda-pemudi Papua juga fokus menggunakan ilmu bakat dan talenta yang sudah ada, lalu menggunakannya untuk berkarya membangun Papua untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

“Anak-anak muda Papua harus berkarya, bakat dan talenta yang sudah harus digunakan untuk ikut membangun papua. Tidak semata-mata menuntut dan berharap banyak pada pemerintah, melainkan bagaimana cara kita untuk berkontribusi untuk masyarakat Papua,” ucap pemuda dengan Pendidikan terakhir MSc dari Universitas Oxford, Inggris itu.

Di hari Sumpah Pemuda ini, Billy mengajak Pemuda Papua untuk bersama-sama berkarya membangun kesejahteraan masyarakat. Sebab, tanggung jawab kesejahteraan masyarakat bukan hanya di tangan pemerintah melainkan di tangan pemudanya.

“Kita punya semangat dan energi yang sama untuk ikut membangun Tanah Papua dengan karya dan bakat yang dimiliki, bukan sekedar menuntut atau meminta.

Sedang bagi Fredi sendiri, masih terdapat beberapa pemuda yang memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai ajang perayaan atau ceremony semata, dan melakukan hal-hal yang lebih dihari H tersebut. Namun masih banyak yang perlu kita maknai terkait Hari Sumpah Pemuda ini.

Sebagaimana terdapat beberapa harapan pemuda terdahulu karena dalam sejarah bangsa ini, pemuda Indonesia memiliki peran yang sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Mereka menjadi penggerak kebangkitan bangsa, mulai didesaknya Presiden Soekarno untuk mempercepat pembacaan teks proklamasi, sehingga keesokan harinya pada 17 Agustus 1845 terjadilah momen yang sangat penting bagi negeri ini, yaitu kemerdekaan Indonesia.

“Sebagai pemuda harus melakukan hal-hal positif sebelum dan sesudah hari sumpah pemuda tersebut, artinya aktivitas yang terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata secara positif,” ucap pemuda yang saat ini bekerja di Tenaga Ahli SNVT PnP Provinsi Papua Kementrian PUPR ini.

Menurut pemuda kelahiran 15 Juli 1994 ini, yang perlu dilakukan oleh Pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, pemuda merupakan aktor dalam pembangunan.

Tidak hanya itu, pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and sosial kontrol sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.

“Pemuda masa kini harus memiliki jiwa aktif yang berlandaskan intelektual yang baik. Pemuda di setiap daerah pada berbagai wilayah timur Indonesia harus memiliki inovasi yang kreatif, sebagai penunjang untuk menjadi bagian dari kemajuan daerah masing-masing,” ungkapnya.

Pemuda saat ini juga harus menanamkan rasa ulet agar mampu bertahan dan menjaga komitmen terhadap Inovasi Kreatif di bidang pendidikan dan bidang lainnya demi kemajuan daerah, karena akan banyak menghadapi berbagai kendala yang bisa mebuat para pemuda tidak konsisten dan berkomitmen dalam berkontribusi.

Dimata Fredy, Pemuda-pemudi Papua punya banyak potensi yang dimiliki, kemampuan intelektual yang dimiliki tidak kalah bersaing dengan daerah-daerah besar lainnya. Berbagai kreatifiitas dan daya pikir yang baik perlu untuk di implementasikan dan menyalurkan energi positif itu ke orang lain.

“Kita perlu meningkatkan komunikasi sesama, melaksanakan sebuah kolaborasi yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif yang lebih bagi kemajuan daerah kita,” ucap pria yang pernah mendapatkan Cumlaude Fakultas Teknis Universitas Makassar ini.

Sementara itu, pemuda menghadapi era digitalisasi tak dapat dipungkiri kemajuan era digitalisasi saat ini perlu untuk dihadapi secara bijak dan positif, namun masih banyak dari kita pemuda-pemudi yang menjadikan itu sebagai jebakan tersendiri bagi diri dan orang lain, misalkan menggunakan media sosial mereka secara tidak bijak seperti menyebarkan berita-berita hoax dan ujaran-ujaran kebencian yang seharusnya bisa diselesaikan secara langsung.

Dalam menghadapi itu, Fredy bersama tim sudah mulai mencoba membangun inovasi kreatif sejak tahun 2017 yang diberi nama Honay Digital. Inovasi ini hadir guna meningkatkan kapasitas SDM Masyarakat Papua dalam menghadapi era digital. Dimana semua kalangan mulai dari remaja hingga orang dewasa.

“Potensi kita di Papua salah satunya adalah kerajinan lokal dimana para pelaku ekonomi kreatif tersebut harus mampu menghadapi era digital yakni ekonomi digital.

Meningkatkan sistem promosi dan penjualan menjadi hal penting untuk itu, sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah. Harapannya juga para pelaku ekonomi kreatif di papua dapat melakukan ekspor besar-besaran ke daerah lain hingga luar negeri,” pintanya. (*/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *