Ratusan Sajam dan Alat Berbahaya Disita 

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Assaribab saat menunjukkan sajam yang disita dalam razia selama seminggu oleh aparat Gabungan TNI/ Polri dalam Jumpa pers di Mapolres Jayawijaya, Kamis (17/8). (Denny/ Cepos)

WAMENA – Aparat Gabungan TNI/ Polri yang ada di Wamena tak main –main dalam melaksanakan perintah dari Kapolda Papua maupun Pangdan XVII / Cenderawasih untuk melakukan razia sajam kepada seluruh masyarakat Jayawijaya tanpa terkecuali,. Terbukti, sebanyak  178 alat tajam berbagai jenis serta peralatan berbahaya lainnya yang bisa melukai orang disita oleh aparat sejak 14 Oktober lalu.

   Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan jika ini merupakan hasil razia terpadu Gabungan TNI/ Polri dalam rangka menciptakan kondisi yang aman di Jayawijaya yang telah dilaksanakan seminggu terakhir. Dimana titik –titik yang menjadi sasaran razia yakni pertigaan Pike, jam Kota Sinakma, pasar Sinakma dan di pertigaan Jalan Irian,  A. Yani, serta pasar Potikelek Wamena.

  “Ada 178 senjata tajam , puluhan katapel dan panah kecil (panah Wayar) dan senjata berbahaya lainnya yang bisa melukai orang, sudah kami amankan dan razia ini akan terus berlanjut,”ungkapnya Kamis (17/10) kemarin.

   Kapolda Waterpauw menyebutkan, kebanyakan warga menggunakan Katapel dengan sejenis panah kecil yang mempunyai jeruji, ini banyak sekali yang ditemukan dalam masyarakat di Wamena, kemudian juga ada yang menggunakan paku dan lainnya. Selain sajam aparat gabungan juga menemukan minuman keras jenis CT fermentasi fermipan.

  “Razia ini akan terus kita teruskan untuk menambah luasnya wilayah operasi yang akan dikomandani langsung oleh direktur Kriminal Umum Polda Papua, dan Dansatgas Amanusa dan Dansektor Wilayah Wamena dibantu oleh Asintel Kodam XVII/Cenderawasih dan Dandim 1702/ Jayawijaya,”bebernya.

  Pasca kejadian Wamena, kata Paulus Waterpauw,   ada banyak senjata tajam yang beredar di wilayah Wamena. Untuk itu,  ia berpesan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya tanpa terkecuali untuk menanggalkan senjata tajam jangan digunakan lagi, karena Aparat Gabungan TNI / Polri yang dibantu Pemda Jayawijaya sungguh –sungguh melakukan pengamanan untuk menciptakan kondisi aman.

  “Masyarakat tak perlu khawatir masalah keamanan sehingga alat tajam ini bisa digunakan sesuai dengan peruntukannya saja, tapi tidak usah dibawa ke jalan –jalan apalagi dibawa bepergian kemana-mana,”tegasnya.

  Secara terpisah Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengapresiasi razia terhadap senjata tajam oleh aparat Gabungan  yang sesuai dengan  edaran bupati yang telah dikeluarkan beberapa waktu  lalu.   “ Dalam razia ini kami tidak mengenal masyarakat dari mana saja tanpa terkecuali, siapapun yang membawa alat tajam tetap akan dirazia, tidak ada perbedaan satu dengan lainnya,”bebernya.

  Dari barang bukti razia yang saat ini ditemukan , Lanjut Bupati, kebanyakan didapatkan dari warga yang sering melakukan aktifitas penjagaan di malam hari ataupun yang sering bepergian dengan membawa alat tajam, sehingga dalam razia ini pemerintah tidak membedakanj atau pilih kasih. “Saya pastikan semua masyarakat Jayawijaya yang membawa sajam apabila ditemukan maka sajamnya langsung diamankan tanpa melihat siapapun dia,”tegasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *