KKB Berulah, Tembak Helikopter di Kabupaten Puncak

Seorang aparat keamanan sedang mengecek kondisi helikopter Bell 206 L1 milik PT. Intan Angkasa Air Service yang ditembak KKB saat terbang di atas Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara, Puncak, Papua, Rabu (16/10).

JAYAPURA-Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Kabupaten Puncak. Sebuah helikopter Bell 206 L1 milik PT. Intan Angkasa Air Service ditembak saat terbang di atas Kampung Olenki, Distrik Ilaga Utara, Puncak, Papua, Rabu (16/10).

Helikopter  tersebut ditembak pada saat berada di ketinggian 8.500 feet atau 2.590 meter dari permukaan laut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam penembakan tersebut, pilot dan penumpang dinyatakan selamat.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal saat dikonfirmasi membenarkan penembakan terhadap helikopter di Kabupaten Puncak. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam penembakan itu.

“Kejadian pukul 09.20 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” ucap Kamal dalam keterangan persnya kepada wartawan di Media Center Polda Papua, Rabu (16/10).

Ia menjelaskan, helikopter yang diterbangkan oleh Pilot asal Rumania, Dan Cristian Munteanu (47) lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Mimika menuju Distrik Ilaga Utara sekira pukul 09.30 WIT. Helikopter membawa bahan makanan  dan seorang  pekerja pembangunan Tower Jaringan BTS B6, Agung Dedi Hidayat (27).

Namun lanjut Kamal, saat melintas di atas Kampung Olenki, Distrik Ilaga Timur, Kabupaten Puncak. Helikopter diberondong tembakan oleh kelompok kriminal bersenjata. Beruntung peluru hanya mengenai pintu bawah kiri heli hingga tembus kaca depan.

“Ada tiga tembakan mengenai pintu bawah sebalah kiri tembus kaca depan helikopter, namun tidak mengenai penumpang maupun pilot. Helikopter telah mendarat selamat di Bandara Ilaga, Puncak,” terangnya.

Kamal menegaskan, tim gabungan masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan ini. Namun pihaknya menduga pelaku penembakan merupakan kelompok Lekagak Telenggen. “Masih diselidiki, dugaan ulah kelompok Lekagak Telenggen,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut lanjut Kamal, helikopter langsung kembali ke Bandara Mozes Kilangin Mimika bersama pilot dan penumpang yang sama.

“Setelah melaporkan kejadian ke Mapolsek Ilaga, pilot dan penumpang telah kembali ke Mimika dengan menggunakan helikopter tersebut karena masih dianggap layak terbang,” imbuhnya.

Secara terpisah Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto mengatakan, situasi di wilayah hukumnya saat ini kondusif. Dimana aktivitas masyarakat, perekonomian dan pendidikan berjalan sebagaimana biasa.

“Situasi sudah kondusif, pihak kepolisian akan mengamankan setiap objek vital seperti bandara dan lapangan terbang yang ada di puncak dan Puncak Jaya,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *