Buang Sampah, Guru Honorer Dikeroyok, Dua Pelaku Berstatus Pelajar

JAYAPURA-Anggota Polsub Sektor Heram di Beck up BKO Brimob Sumatera Utara mengamankan dua orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang guru honorer bernama Saiful Anwar (25), di belakang Expo Waena, Distrik Heram, Kamis (17/10) sekira pukul 05.45 WIT.

Akibat pengeroyokan tersebut, guru honorer yang tinggal di Jalan Belut 1 Expo Waena mengalami luka di mata kanan, bengkak bagian wajah dan luka di bagian kepala hingga dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan, Waena,

Adapun kedua pelaku yang diamankan yaitu AW (17) warga Dok IX dan DM (16)  warga Kampung Koya, masih berstatus pekajar. Keduanya, saat ini telah diamankan di Mapolsek Abepura untuk proses pemeriksaan selanjutnya.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra mengatakan, pelaku diduga berjumlah 5 orang.

“Pelaku berjumlah lima orang dan dua di antaranya berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polsek Abepura. Sementara 3 lainnya sedang dalam pengejaran,” ucap Jahja saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (17/10).

Jahja menerangkan, berdasarkan keterangan warga yang berada di TKP, korban melintas menggunakan sepeda motor Honda Beat PA 3491 RG lalu dihadang para pelaku yang memegang batu sambil meminta uang.

Namun, korban tidak memberi uang sehingga pelaku menarik korban dari atas motor dan terjatuh. Kemudian para pelaku memukul korban serta menyeret korban. Atas kejadian tersebut warga melaporkan ke Polsub Sektor Heram dan Anggota Polsub Sektor Heram yang dibackup  BKO Brimob mendatangi TKP.

“Saat anggota kami mendatangi TKP, para pelaku sudah tidak ada di TKP sehingga anggota bersama masyarakat menyisir seputaran Kolam Kangkung dan mendapatkan dua orang pelaku pengeroyokan tersebut,” jelas Jahja.

Kasus tersebut lanjut Jahja telah ditangani Polsek Abepura. Dimana motor Honda Beat PA 3491 RG milik korban telah dibawa pihak keluarga korban

Sementara itu, korban hingga kemarin masih menjalani rawat inap di RS Dian Harapan.

Keluarga korban Siti Komariah mengatakan, korban yang merupakan keponakannya awalnya hendak membuang sampah ke konteiner sampah tidak jauh dari tempat kosnya. “Tetapi saat belik ke rumah saya, korban dihadang kemudian dikeroyok,” ucap Siti Komariah yang ditemui Cenderawasih Pos saat menjaga korban di rumah sakit.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban menurutnya mengalami memar di bagian kepala, pipi, pelipis hingga bibir. “Saat dicegat, pelaku langsung menyerang keponakan saya yang sedang berada di atas motor. Pelaku menyerang menggunakan tangan dan batu,” tuturnya.

Dari pengakuan korban, para pelaku menurut Siti Komariah diduga dipengaruhi minuman keras alias mabuk. “Korban sempat berteriak minta tolong, namun karena masih pagi belum ada warga yang menolong saat korban dikeroyok. Setelah beberapa saat kemudian baru masyarakat sekitar keluar tetapi keponakan saya sudah terjatuh karena dikeroyok,” tambahnya.

Komariah mengaku sudah membuat laporan polisi dan berharap pelaku dapat ditangkap dan diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Korban menurut Komariah, merupakan salah satu guru honorer di salah satu SMP di Waena.”Korban dikenal rajin dan memiliki semangat yang luar biasa. Kalau pulang dari sekolah selalu sore karena banyak sekali uang dia urus di sekolah. Kadang kami yang sudah PNS, minder melihat kerajinannya,” tutupnya. (fia/kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *