Angota DPRD Dogoyai Minta Polda Lepas 8 Tahanan

Petrus Badogapa . ( Noel/cepos)

JAYAPURA – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Deiyai Petrus Badokapa meminta kepada Polda Papua melalui Polres Paniai agar bebaskan delapan tahanan yang masih berada di Polres Paniai.

” Waktu kejadian Tanggal 28 Agustus 2019 saya berada di tempat kejadian. Insiden ini terjadi di depan mata saya, Kapolres dan Dandim. Masyarakat melakukan aksi demonstrasi damai. Mereka tidak melempar apapun. Tetapi kenapa masyarakat masih ditahan?,” katanya kepada wartawan, di Jayapura, Minggu, (13/9)

Petrus Badokapa mengatakan, setelah terjadi penembakan terhadap masyarakat di depan kantor bupati Deiyai. Masyarakat mengambil senjata, namun mereka sudah kembalikan. ” Namun kenapa sampai pemuda dan warga itu masih ditahan di Polres Paniai,” tanyanya.

Badokapa mengatakan, pemuda sudah mengalami korban. Tetapi mereka dikenakan hukum ini sudah melanggar aturan.” Kalau masyarakat Papua diperlakukan seperti itu. Apakah masyarakat Papua ini bukan bagian dari Republik Indonesia ? Kami ini bagian dari Republik Indonesia. Mengapa harus masyarakat Papua diperlakukan seperti itu terus,” tanya Badokapa.

Lanjut Badokapa, sebagai wakil rakyat mereka terus dituntut oleh masyarakat. Untuk mendapatkan keadilan, mereka terus mendesak agar masyarakat yang ditahan itu bisa dibebaskan. ” Kami meminta mereka dibebaskan karena alasannya jelas, bahwa mereka menuntut agar persoalan Rasisme di Surabaya itu bisa diselesaikan. Bukan tujuan lain. Maka dari itu delapan orang itu harus dibebaskan dari tahanan,” katanya,

Ia pun berharap agar polisi jangan mengkriminalisasikan para tahanan yang jelas tidak ada bukti. “Jangan kriminalisasi adik – adik saya saya menyaksilan sendiri mereka ini di lapangan dika mereka bersama apa buktinya dan jika tidak ada bukti Polres segera lepas mereka,” katanya, (oel/luc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *