Pengungsi Minta Jaminan Keamanan

Denny/Cepos
TEMUI PENGUNGSI: Menkopulhukam, Wiranto didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dam Menteri Sosial, Agus Gumiwang saat menemui pengungsi di Makodim 1702/Jayawijaya, Selasa (8/10) 

WAMENA-Pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, meminta jaminan keamanan. Permintaan ini disampaikan kepada Menkopolhukam, Wiranto saat menemui pengungsi di Wamena, Selasa (8/10).
Wiranto yang berkunjung ke Wamena bersama Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Mensos Agus Gumiwang, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dan Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku sudah melihat langsung kondisi di Wamena.
Bahkan Wiranto juga mendengarkan secara langsung apa yang terjadi termasuk harapan dan keluhan masyarakat di Wamena baik masyarakat asli Papua maupun non Papua.
Wiranto menyebutkan, kehadirannya di Wamena mewakili pemerintah pusat untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh aparat selama ini. Dirinya juga bertemu dan bertatap muka dengan pengungsi.
Dalam tatap muka tersebut, masyarakat menurut Wiranto ingin tetap tinggal di Wamena. “Mereka tidak ingin kembali ke daerah asalnya, tetapi ingin tetap tinggal di Wamena dengan catatan keamanan keamanan dijamin,” ungkap Wiranto usai pertemuan dengan Paguyuban di Gedung Aithosa Wamena, Selasa (8/10) kemarin.
Permintaan masyarakat di pengungsian, langsung direspon oleh Panglima TNI dan Kapolri. Panglima TNI dan Kapolri dengan tegas menyatakan menjamin keamanan seluruh masyarakat, baik itu masyarakat asli Papua maupun non Papua.
Selain TNI dan Polri, Wiranto mengatakan. tokoh masyarakat, agama dan adat juga menyatakan menjamin keamanan masyarakat.
“Mereka menginginkan untuk saudara-saudara non Papua untuk tidak pulang ke daerah asalnya. Mereka ingin tetap di Wamena untuk membangun apa yang sekarang rusak dan memulihkan kondisi saat ini. Saya kira itu suatu semangat yang luar biasa,” tegas Wiranto.
Wiranto mengatakan, apa yang dilihat dan didengar dari masyarakat akan disampaikan langsung kepada Presiden RI Joko Widodo.
“Perintah Presiden, untuk segera memulihkan kondisi fisik di Wamena. Baik itu rumah, ruko, gedung pemerintah, pelayanan PLN yang terbakar, atau fasilitas umum lainnya yang dirusak akan segera dipulihkan,” tegasnya.
“Kami juga ingin agar segera memulihkan semangat kebersamaan, persaudaraan dan perdamaian. Saya kira ini yang ingin dicapai oleh pemerintah sehingga dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia, dan yang terpenting jangan sampai kita percaya berita hoaks lagi. Dimana seakan-akan di sini masih rusuh, namun kenyataannya sekarang ini sudah aman kembali jika kita membangun apa yang diharapkan masyarakat,”jelasnya.
Wiranto juga menegaskan bahwa warga yang masih bertahan di Wamena berharap agar warga yang telah eksodus ke luar kabupaten Jayawijaya dan bahkan Provinsi Papua.
“Mereka juga siap mengajak sanak keluarganya yang sudah terlanjur mengungsi baik di Jayapura maupun di kampung halaman mereka untuk dikembalikan ke mari,” ujarnya.
“Pengungsi yang masih bertahan ini yang akan mengajak dan saya pikir ini akan terjadi secepatnya. Selama bisa segera memulihkan keamanan di sini atau jaminan keamanan secara fisik dilihat oleh mereka, dan pemerintah bisa merehablitasi bangunan yang rusak,”tegasnya
Menkopolhukam melihat jika masyarakat asli Papua sudah melihat masyarakat non Papua sebagai keluarga. Masyarakat non Papua juga masih senang tinggal di Wamena.
“Tokoh masyarakat, agama dan adat mendukung. Keamanan juga telah dijamin, sehingga mungkin sudah tidak ada permasalahan saat ini,” tuturnya.
“Masalahnya sampai saat ini masih muncul hoax, yang ingin terus membuat suasana ini terus menjadi kacau. Itu yang harus dilawan bersama –sama,” sambungnya.
Ia menambahkan, pemerintah berkewajiban untuk melindungi segenap masyarakatnya di semua tempat termasuk juga mahasiswa Papua yang ada di luar Papua. Pihaknya juga meminta kepada mahasiswa punya daya intelejensi dan integiritas yang tinggi untuk segera mengajak saudaranya untuk memulihkan situasi yang sementara ini tidak normal.
Dengan kondisi sekarang ini dan dengan semangat yang ada di masyarajat, Wiranto optimis secepatnya siutuasi di Wamena dan seluruh Jayawijaya bisa normal kembali. “Sehingga masyarakat yang mengungsi keluar Wamena pasti akan difasilitasi untuk kembali ke Wamena,” tutupnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *