Pasar Baru Kalomdol Jadi Pusat Perdagangan 

Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, SIP., (tengah) saat meninjau Pasar Baru Kalomdal di Kompleks Pengungsi Mimalkatop, Kampung Dabolding di Distrik Kalomdol, Rabu (9/10).

JAYAPURA-Pasar merupakan tempat utama dalam perputaran roda perekonomian suatu daerah. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang terus berupaya menyediakan pasar sentral bagi masyarakat.

Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka SIP., mengatakan guna menjamin  perputaran dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Pegunungan Bintang, pemerintah daerah telah menyediakan pasar di Kompleks Pengungsi Mimalkatop, Kampung Dabolding di Distrik Kalomdol.

Bupati Costan Oktemka menyebutkan, pasar yang dibangun  Pemkab Pegunungan Bintang ini bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dirinya mengakui pasar yang dibangun ini akan menjadi pusat perdagangan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Tempat yang disiapkan ini bukan lokasi yang baru. Kami hanya menambah dan merenovasi bangunan yang sudah ada. Oleh sebab itu tempat ini merupakan tempat yang cocok untuk menjadi pusat perdagangan dan perekonomian masyarakat Pegubin. Baik pedagang lokal maupun pedagang non OAP,” jelasnya dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (9/10).

Bupati Costan Oktemka yang kemarin turun meninjau pasar yang baru dibangun menyebutkan, akan dilakukan penambahan los pasar. Penambahan ini dilakukan untuk menampung para pedagang yang ada.

“Tempat yang digunakan saat ini sudah tidak memungkinkan untuk digunakan lagi. Terutama pusat-pusat perdagangan yang ada di Distrik Oksibil,” tuturnya.

Bupati Costan Oktemka juga sudah membangun komunikasi dengan para staf terutama bagian unit pelakasana pasar, untuk melakukan pembenahan dan penataan.

“Setelah kami melakukan rapat bersama dengan para pimpinan OPD serta dinas teknis yang menangani selanjutnya, kami akan serahkan ke masyarakat khususnya pedagang untuk mengisi tempat yang telah disediakan,” ujarnya.

Diakuinya, tanpa adanya pasar maka perekonomian di daerah akan terganggu dan bahkan tidak bisa berkembang.

“Hal ini bisa terjadi karena pasar merupakan sebuah benda yang mati namun hidup. Hidup dengan segala kegiatan dan aktivitas di dalamnya yang tentunya mampu mendatangkan dan menghadirkan sebuah kebaikan, kemudahan dan keuntungan bagi semua pihak,” tambahnya.

Penempatan pedagang menurut Bupati Costan Oktemka dilakukan setelah sarana pendukung seperti air bersih, terminal, pos penjagaan dan lain sebagainya sudah siap.

Disinggung tentang sarana transportasi, Bupati Oktemka menyebutkan, dengan terjadinya pemindahan penduduk maka secara otomatis sejumlah transportasi akan tersedia.

“Kami hanya menyiapkan tempat bagi masyarakat untuk melaksanakan aktivitas jual beli di sini. Diharapkan masyarakat dapat menjaga dan merawat pasar ini dengan baik dan keamanannya,” pungkasnya (oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *