Obat Ranitidin yang Ditarik Jenis Injeksi

JAYAPURA-Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura, Drs. H.G. Kakerissa, Apt membenarkan adanya penarikan terhadap produk obat yang mengandung ranitidin.

“Informasi itu benar dan BPOM Pusat sudah menganjurkan kepada yang memproduksi dan juga pengedar obat tersebut untuk tidak lagi ada di apotek dan toko obat lainnya. Artinya harus ditarik semua,” ungkap Kakerissa saat ditemui Cenderawasih Pos, Rabu (9/10).

Kakerissa juga mengakui bahwa obat Ranitidin yang dimaksud tidak semua. Namun yang dianjurkan untuk tidak dikonsumsi hanya yang berbentuk injeksi atau cair. Karena ranitidin tersedia dalam berbagai bentuk sediaan seperti tablet, sirup, dan injeksi.

“Kalau yang tablet tidak ada masalah. Tetapi yang cair ini sebenarnya tidak berbahaya namun masyarakat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi. Karena senyawa ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat memicu kanker,”jelasnya.

Dikatakan, pihaknya di BPOM bertugas hanya untuk mengawasi bukan menarik secara langsung dari toko obat atau apotek yang masih menjual obat tersebut.

“Khusus di Jayapura dan sekitarnya nanti kami akan melakukan pengawasan tapi setelah 80 hari usai dikeluarkanya intruksi tersebut. Diharapkan secara sukarela dari masyarakat atau penjual obat tersebut,”paparnya.

Dirinya juga belum tahu pasti apa yang menyebabkan perbedaan antara ranitidin yang tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan injeksi.

“kalau dugaan sementara perbedaannya diperkirakan ada pada proses produksi atau hal lainya, sehingga yang tersedia dalam bentuk injeksi dianjurkan untuk tidak diproduksi atau digunakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya berharap ranitidin yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus khusus yang tersedia dalam bentuk injeksi tidak beredar demi menjaga kesehatan masyarakat.

Dari pantauan Cenderawasih di sekitar Abepura, beberapa apotik mengaku sudah mengetahui adanya penarikan dan larangan untuk menjual ranitidin jenis injeksi. (kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *