1.000-an Pengungsi Nusantara Difasilitasi ke Daerah Asal

Kapten Persipura, Boaz Solossa bersama tiga rekannya Yustinus Pae, Yohanis Tjoe dan Ian Kabes saat menghibur anak-anak di Posko Pengungsi Balai Jalan Tanah Hitam, Selasa (8/10). (Takim/Cepos)

Boaz Solossa dkk Hibur Anak-anak di Pengungsian

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura bersama pihak TNI-Polri terus membangun koordinasi terkait pemulaangan ribuan warga nusantara ke sejumlah daerah.

Sesuai hasil rapat koordinasi bersama yang dilakukan Selasa (7/10) kemarin, pemerintah telah menyiapkan fasilitas transportasi laut untuk memulangkan warga nusantara yang mengungsi dari Wamena pasca kerusuhan beberapa waktu lalu.

Dandim 1701/Jayapura, Letkol Inf.  Jerry HT Simatupang menjelaskan, 1000-an warga ini akan diangkut menggunakan kapal Pelni.  Jumlah itu ditentukan  berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pelni.
“Jadi para pengungsi itu sudah didata dan diberi tanda. Sehingga yang numpang di kapal ini adalah warga pengungsi,” jelasnya.

Sebelum diangkut ke kapal, ribuan pengungsi ini tersebar di beberapa titik mulai di Sentani  dan Kota Jayapura.

Lebih lanjut dia mengatakan para pengungsi juga akan diberikan cadangan makanan selama perjalanan dari Jayapura ke tempat asalnya.

Sementara itu berdasarkan data yang telah dikumpulkan, para pengungsi ini ternyata tidak hanya ke satu tujuan. Namun ke beberapa daerah di seluruh nusantara. Untuk itu, kapal yang mengangkut para pengungsi ini nantinya  berlabuh di sejumlah daerah.

Pemerintah dan juga pihak TNI Polri terus mengupayakan pelayanan yang terbaik bagi warga korban  kerusuhan Wamena yang ada di pengungsian sementara.

Sementara itu, Posko pengungsian sementara korban kerusuhan Wamena di Balai Jalan, Tanah Hitam mendapat kunjungan dari empat penggawa Persipura yaitu sang kapten Boaz Solossa, Yustinus Pae, ian Louis Kabes dan Yohanis Tjoe, Selasa (8/10) siang.

Kedatangan empat pilar Persipura ini langsung disambut meriah oleh para pengungsi khususnya anak-anak.

Dalam kunjungannya, Boaz Solossa dkk menghibur anak-anak dengan mengajarkan berbagai teknik dasar bermain bola. Anak-anak yang ada di posko pengungsian sementara terlihat sangat antusias mendengarkan dan mengikuti arahan yang diberikan keempat penggawa Mutiara Hitam tersebut.

Selain mengajarkan teknik dasar bermain bola, Boaz Solossa dan kawan-kawan juga memberikan kuis dengan hadiah jersey Persipura yang dipakai keempat pemain bintang tersebut.

Namun dalam sesi kuis ini terdapat satu momen lucu saat Yustinus Pae melemparkan pertanyaan kepada anak-anak. “Siapa pelatih Persipura ?” tanya Yustinus Pae.

Pertanyaan dari Yustinus Pae spontan dijawab seorang bocah dengan penuh percaya diri. Bocah tersebut menyebutkan Jackson.

Tetapi ketika Yustinus Pae meminta nama lengkap sang pelatih, bocah tersebut dengan polos menjawab Michael Jacksen. Spontan jawaban bocah ini membuat bocah lain serta warga yang ada di pengungsian tertawa.

Terkait kedatangannya ke Pos pengungsian, Boaz Solossa menyebutkan kunjungan ini merupakan inisiatif tim kebanggan masyarakat Papua, Persipura Jayapura. Mereka sengaja datang untuk memberikan kejutan serta menghibur warga khususnya anak-anak yang ada di posko pengungsian.

“Kami berharap dengan mengajak mereka bermain, bisa memberikan sedkit semangat dan kesenangan. Sehingga apa yang mereka rasakan di Wamena bisa  dilupakan,” ucap Bochi pangilan akrabnya kepada Cenderawasih Pos.

Mewakili anak-anak Mutiara Hitam, Bochi berharap kunjungan mereka bisa menghilangkan trauma yang dialami oleh anak-anak saat peristiwa kerusuhan beberap waktu yang lalu.

“Besar sekali harapan kami, adik-adik kita tidak lagi mengalami trauma dan bisa beraktivitas/berkomunikasi dengan baik seperti biasa,” tutupnya. (roy/kim/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *