Situasi Kondusif, Kapolda  Pastikan Jayawijaya Normal Kembali

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat mengunjungi anak –anak pengungsi di Polres Jayawijaya Minggu (6/10) kermarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memastikan jika Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya telah kembali kondusif 100 persen pasca aksi anarkis dua minggu lalu. Hal ini disampaikan Kapolda, usai mengunjungi  langsung Kota Wamena  dan juga terlihat di tempat pengungsian yang jumlahnya berkurang.

   Menurutnya, memang ada beberapa warga yang masih meragukan keamanan Jayawijaya, namun dengan adanya penebalan pasukan dari Brimob, TNI , Batalyon dan dari Kodam XVII/ Cenderawasih itu dipastikan keamanan sudah berlapis, sehingga sudah bisa untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Wamena.

  “Kami juga sudah mengimbau kepada pengungsi yang masih memiliki rumah untuk kembali menempati rumahnya, karena kami akan melakukan pengawalan dan tetap menjaga mereka,”tegasnya Senin (7/10) kemarin.

   Ia juga menyampaikan kepada pengungsi yang ke Jayapura, bahkan sudah ke kampung halamannya di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi  dan Maluku harus tahu kalau keadaan Jayawijaya sudah aman dan hampir normal kembali. Hal ini bisa dilihat dari hilir mudik pengguna jalan, pertokoan , pasar sudah kembali melakukan aktifitas seperti biasa.

  “Kondisi yang kondusif ini dibuktikan dengan diaktifkannya sekolah –sekolah yang ada di Jayawijaya, sehingga sudah kami yakinkan kepada anak –anak untuk kembali bersekolah seperti biasa, artinya memang ada recovery  yang sedang berjalan sehingga semua aktifitas semua terlihat kembali,” kata Paulus Waterpauw yang dua kali menjabat Kapolda Papua.

  Meski situasi dan kondisi Jayawijaya hampir pulih, namun pihaknya akan tetap menambah kekuatan. Dimana, kemarin ada 1 kompi lengkap yang berjumlah 100 orang satuan Brimob Nusantara dari Kalimantan Tengah untuk membantu pasukan Brimob yang sudah ada disini,

  Paulus Waterpauw, juga memastikan kembali sekolah sudah beberapa yang melayani namun belum maksimal muridnya, mereka masih  bersih bersih lingkungan sekolah. Ia juga berjumpa dengan kepala sekolah SMA Negeri 1, SMA PGRI, tempat yang dulu masalah kemudian juga guru-guru yang kembali masuk.

  “Kita pastikan Guru guru juga sudah kembali normal pikiran dan perasaan tidak ada yang rasa takut dan khawatir. Beberapa anak anak yang sudah masuk juga terlihat gembira, ada yang bermain basket, duduk-duduk, cerita-cerita, baik sekali suasana kebatinannya.”katanya (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *