Papua Masih Rawan, Sejumlah Anggota DPRP Malah Keluar Negeri

Yunus Wonda

 

JAYAPURA – Disaat kondisi keamanan di Papua masih ngeri ngeri sedap dimana potensi konflik masih sangat terbuka, informasi kurang mengenakkan muncul dari lembaga DPR Papua. Dilaporkan sejumlah anggota DPRP kini tengah berada di luar negeri entah apa tujuannya. Mirisnya lagi tak ada lembaga sosial atau para pihak yang menanyakan urgensi agenda ini.

Dua anggota DPRP kepada Ceposonline.com juga mengaku tidak terlalu paham soal agenda ini. “Saya di Jayapura dan memang ada beberapa teman yang berangkat ke luar negeri cuma belum tahu agendanya apa. Kami malah tidak tahu persis soal itu,” kata Thomas Sondegau ST melalui ponselnya.

Ia menyebut dalam 5 tahun terakhir ia hanya memiliki agenda di Papua dan belum pernah keluar. “Ini yang kami juga bingung, ada acara apa disana (luar negeri) dan setahu saya setiap kembali itu tidak pernah dibahas lagi, apa hasil dari perjalanan tersebut dan apakah ada kaitannya dengan masyarakat Papua atau tidak,” bebernya.

Thomas menegaskan bahwa memang tidak pernah ada pembahasan soal pemberangkatan ini sehingga kesannya hanya anggota DPR tertentu saja. “Pikiran saya disaat situasi Papua seperti ini seharusnya semua stay di Jayapura. Mengamati perkembangan daerah, bukan justru keluar,” tambahnya.

Senada disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRP, Radius Simbolon. Namun disini Radius juga tak begitu paham tentang agenda tersebut. “Wah saya juga dengar ada yang keluar negeri tapi saya gak mau terlalu ngurus yang gitu bro,” jawabnya. “Saya mending jaga gawang saja memantau situasi,” imbuhnya.

Terkait ini Ketua DPR Papua, Yunus Wonda membenarkan agenda tersebut. “Ia ada sebagian anggota DPRP yang keluar negeri tapi ini hanya lima tahun sekali diakhir periode dan itupun sudah disetujui Kemendagri jadi bukan keputusan sepihak,” beber Yunus.

Soal agenda disana Yunus menjawab ada pesan untuk bisa menemui mahasiswa yang sedang kuliah di luar untuk menyampaikan tetap fokus pada pendidikan dan jangan pulang sebelum selesai.

“Dalam rapat itu yang kami tekankan, sampaikan bahwa situasi berangsur pulih dan tetap bersekolah atau kuliah. Jangan gagal,” jelasnya. Ditanya soal negara tujuan, Yunus tak menjelaskan gamblang. “Kami sesuai undangan saja,” tangkisnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *