20-an Hektar Sagu di Sentani Terbakar

Kris Tokoro. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Kris Tokoro mengatakan, sejak Juli hingga September setidaknya 20-an hektar hutan sagu di Sentani terbakar.

“Yang kita terima dari laporan itu sekitar 20-an hektar lahan sagu yang terbakar,” kata Krist Tokoro saat ditemui media ini di Sentani, Senin (7/10).

Terbesar, lokasi kawasan hutan sagu yang terbakar terjadi di Kampung Kwadeware, kampung Babrongko dan kampung Yoboi. Kemudian peristiwa kebakaran hutan sagu juga terjadi di kampung Yobe, Sereh, kampung Harapan, dan juga kampung Toware.

Pihaknya memastikan, kebakaran ini disebabkan kmcuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini. “Kita juga belum tahu apakah dibakar atau terbakar,”bebernya.

Pihaknya juga telah melakukan upaya pemadaman saat terjadi kebakaran. Tetapi sulit dilakukan dengan maksimal karena alat yang digunakan juga masih manual.
Dirinya memastikan pohon sagu yang terbakar itu tidak mungkin mati. Karena pasti tanaman sagu akan kembali bertunas. Begitu juga dengan anakannya.

“Sagu yang terbakar tidak mati, pasti tetap bertunas kembali,” tambahnya.
Untuk itu pemerintah berharap setiap kampung yang terkena dampak bisa menggerakan warganya untuk membersihkan sisa-sisa yang terbakar.
Ia berharap, warga tidak melakukan pembakaran hutan sagu karena itu dilarang oleh aturan.
“Tidak ada budaya masyarakat untuk membakar hutan sagu,” pungkasnya. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *